PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Dandenpom Makassar Warning Prajurit, Jaga Sikap di Lapangan dan Tidak Sembarangan di Medsos • TACO dan MD Entertainment Kolaborasi di Film Filosofi Teras • 153 POKMAS Rumah Pangan B2SA di Makassar Didorong Terapkan Pola Konsumsi Sehat • Gubernur Sulsel Tegaskan, Sitti Husniah Talenrang Tetap Jalankan Tugas Selama Belum Ditahan • 4 Pintu Uang Bupati Gowa Dibongkar Polda Sulsel, Jejaknya Mengarah ke Rumah dan Mobil Miliaran • Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama IAMI, Imam Masjid Dunia Satukan Langkah di Jakarta • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Dandenpom Makassar Warning Prajurit, Jaga Sikap di Lapangan dan Tidak Sembarangan di Medsos • TACO dan MD Entertainment Kolaborasi di Film Filosofi Teras • 153 POKMAS Rumah Pangan B2SA di Makassar Didorong Terapkan Pola Konsumsi Sehat • Gubernur Sulsel Tegaskan, Sitti Husniah Talenrang Tetap Jalankan Tugas Selama Belum Ditahan • 4 Pintu Uang Bupati Gowa Dibongkar Polda Sulsel, Jejaknya Mengarah ke Rumah dan Mobil Miliaran • Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama IAMI, Imam Masjid Dunia Satukan Langkah di Jakarta •
Nasional

TNI AL Menenggelamkan 60 kapal Nelayan Asing

583
×

TNI AL Menenggelamkan 60 kapal Nelayan Asing

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Pemerintah telah mengambil posisi tegas terhadap terkait penangkapan ikan ilegal di perairannya sementara konflik antara China dan negara-negara lain meningkat di Laut China Selatan. Bulan lalu sebuah pengadilan internasional menolak klaim China atas hampir seluruh Laut China Selatan.

Para pejabat Indonesia terutama khawatir mengenai ekspansi terbaru armada perikanan China dan pelanggaran yang kadang-kadang dilakukan ke perairan negara lain.

Presiden Indonesia Joko Widodo menyatakan keinginannya kepada parlemen, untuk membangun negaranya yang terdiri dari sekitar 17.000 pulau menjadi kekuatan maritim regional.

Banyak kapal disita di lepas pantai Kepulauan Natuna Indonesia, daerah di mana zona ekonomi Indonesia mencapai laut China Selatan.

Mnteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan kapal-kapal ditenggelamkan di dekat delapan pulau untuk membuat terumbu karang buatan. Penenggelaman kapal sangat berbeda dengan cara yang digunakan sebelumnya, yaitu dengan menghancurkannya menggunakan dinamit.

Sementara itu, kementerian pertanian China, mengatakan hari Minggu negara itu berencana mengurangi besaran armada penangkapan ikan China, yang terbesar di dunia, untuk memulihkan populasi ikan yang sangat menyusut di sungai-sungai

China. Menteri Han Changfu mengatakan pada dasarnya “tidak ada ikan” di Laut China Timur, hanya sejumlah kecil ikan di banyak perairan pantai lain China.

Han tidak menjelaskan seberapa banyak armada penangkapan ikan China akan dikurangi, tapi ia mengatakan, pengurangan itu serta langkah-langkah lain yang akan diambil nantinya akan meningkatkan penghasilan nelayan.

Kementerian itu mengatakan di laut-laut yang berada di bawah kekuasaan China dapat dilakukan penangkapan ikan sampai 9 juta ton per tahun, tetapi dalam beberapa tahun terakhir telah dilakukan penangkapan sebanyak kurang lebih 13 ton. (sp/voa)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com