JENEPONTO—Pemerintah Kabupaten Jeneponto menghadirkan gebrakan baru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dengan melaunching Galeri Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Festival Ramadhan Bahagia 2026.
Peresmian dilakukan langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Jeneponto, Salmawati Paris, di Gedung Dekranasda, Jalan Pahlawan Bontosunggu, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Selasa (17/2/2026).
Peresmian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta membuka ruang promosi yang lebih luas bagi produk kerajinan unggulan daerah.
Salmawati Paris menegaskan, kehadiran Galeri Dekranasda diharapkan menjadi pusat promosi dan pengembangan produk lokal yang mampu meningkatkan daya saing UMKM Jeneponto, baik di tingkat regional maupun nasional.
Galeri tersebut dirancang sebagai etalase representatif untuk menampilkan berbagai produk kerajinan khas Jeneponto yang memiliki nilai seni, budaya, dan potensi ekonomi tinggi. Selain menjadi sarana promosi, galeri ini juga diharapkan menjadi ruang pemasaran yang mampu mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar yang lebih luas.
āGaleri Dekranasda ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ekonomi kreatif daerah dan memberikan peluang nyata bagi UMKM untuk berkembang dan naik kelas,ā ujarnya.
Selain peresmian galeri, Pemerintah Kabupaten Jeneponto juga meluncurkan Festival Ramadhan Bahagia 2026 sebagai bagian dari upaya menyemarakkan bulan suci Ramadhan melalui kegiatan yang memadukan unsur ekonomi, budaya, dan spiritualitas.
Festival ini diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas, mempererat silaturahmi, serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat selama bulan Ramadhan.
Kegiatan tersebut juga menjadi ajang promosi produk UMKM lokal sekaligus memperkuat identitas budaya daerah melalui berbagai kegiatan bernuansa religius dan kebersamaan.
Pemerintah Kabupaten Jeneponto berharap, kehadiran Galeri Dekranasda dan Festival Ramadhan Bahagia 2026 dapat menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkokoh fondasi ekonomi berbasis potensi lokal.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membangun Jeneponto sebagai daerah yang maju, sejahtera, dan religius melalui penguatan sektor ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat. (*)















