Amson Padolo: Indeks pelayanan pers di Sulsel meningkat di posisi 9 di Indonesia
Kadis Kominfo SP Sulsel Amson Padolo saat mendampingi Sekertaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, memaparkan secara virtual pelayanan publik kekinian yang dimiliki Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel di rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) bersama Komisi Informasi (KI) Pusat, dengan tema keterbukaan informasi publik, Senin (11/10/2021).

MAKASSAR—Indeks pelayanan pers di Sulsel mengalami peningkatan dari peringkat 18 menjadi 9. Ini disampaikan Amson Padolo saat mendampingi Sekertaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, memaparkan secara virtual pelayanan publik kekinian yang dimiliki Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel di rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) bersama Komisi Informasi (KI) Pusat, dengan tema keterbukaan informasi publik, Senin (11/10/2021).

Kadis Kominfo Sulsel mengemukakan, saat ini Pemprov Sulsel sudah mengalami peningkatan dari sudut pandang indeks pelayanan pers di Sulsel. “Indeks pelayanan pers di Sulsel mengalami peningkatan dari peringkat 18 menjadi 9. Ini salah satunya didukung dengan adanya ruangan khusus untuk pers di Kantor Gubernur,” tuturnya.

Sementara itu Abdul Hayat Gani mengaku, Pemprov Sulsel selama ini sudah memberikan informasi terkait pelayanan publik kepada masyarakat mengenai kebijakan Gubernur, Wakil Gubernur, Sekprov bahkan seluruh kebijakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulsel.

“Untuk menunjang hal tersebut tentunya kami sudah menyediakan wadah yang namanya Baruga Lounge di Kantor Gubernur. Baruga Lounge ini memiliki fasilitas seperti lobby hotel. Jadi masyarakat yang ingin menemui gubernur, langsung dilayani dan diberikan minuman gratis dengan tempat duduk yang nyaman dan ruangan yang ber AC,” ungkapnya.

Selain Baruga Lounge, ada juga fasilitas pelayanan informasi publik lain seperti aplikasi Baruga Sulsel sebagai wadah pengaduan bagi masyarakat Sulsel.

Kemudian ada Neni si Linca, merupakan aplikasi untuk mempermudah pelayanan perizinan terpadu dan satu pintu dan dari pelayanan kesehatan khusus Covid-19 ada website Satgas Covid-19 Sulsel, serta di Instagram ada Halo Dokter khusus untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sulsel.

“Kami berharap lewat kegiatan ini bagaimana memberikan informasi yang sehat terhadap masyarakat dan bagaimana masyarakat bisa mendukung program pembangunan serta memberikan proteksi dini sebelum menyebarkan informasi hoax,” pungkasnya.

Diketahui dalam kegiatan ini, Pemprov Sulsel tergabung dalam Monev sesi dua yang ikuti Pemerintah Jawa Barat (Jabar) dan Kalimantan Timur (Kaltim), dan dinilai oleh Juri KI Pusat Yohan Wahyu serta dipantau langsung Komisioner KI Pusat, M Syahyan dan Cecep Supriadi. (*)