Assalim Makassar Gelar Kopdar Pengusaha Muslim
Puluhan pengusaha muslim Makassar menggelar silaturahmi bertajuk “Kopdar Pengusaha Muslim Makassar”, Ahad, 11 April 2021 bertempat di hotel Denpasar kota Makassar.

MAKASSAR—Puluhan pengusaha muslim Makassar menggelar silaturahmi bertajuk “Kopdar Pengusaha Muslim Makassar”, Ahad, 11 April 2021 bertempat di hotel Denpasar kota Makassar. Acara bertema “New Business Way Di Era New Normal” menghadirkan tamu spesial Ustadz Dwi Condro Triono, Ph.D pakar Ekonomi dan Bisnis Syariah secara live dari Yogyakarta. Hadir juga secara tatap muka langsung coach A. Hidayat Nadsir sebagai founder beberapa bisnis syariah di Makassar, pembina Assalim Makassar, Ustadz Shabran Mujahidin serta pemandu acara, Bahrul Ulum Ilham selaku konsultan di PLUT Sulawesi Selatan.

Acara ini digelar Assalim, Aliansi Pengusaha Muslim yang menjadi koordinator dari berbagai organisasi dakwah Pengusaha Muslim yang menjadi penerang bagi dakwah para Pengusaha Muslim.

Panitia pelaksana, Zuldirga mengatakan, acara ini bukan sekedar acara ngumpul membicarakan sekarang omset berapa atau untungnya berapa, tapi menyamakan visi bisnis sesuai koridor syariah dan bagaimana meraih bisnis yang penuh keberkahan.

“Kedepannya acara temu pengusaha muslim dibuat berseri dengan membahas topik-topik manajemen usaha serta implementasi bisnis syariah,” tambahnya.

Ustadz Dwi Condro memaparkan visi seorang pengusaha muslim yang sejatinya bukan sekedar sukses dibisnisnya saja tapi juga memiliki kepedulian membangun ummat dan terlibat dalam dakwah.

Coach Hidayat berbagi kiatnya menjalankan bisnis di masa pandemi. Saat banyak bisnis tutup di masa pandemi, justru ia membuka beberapa bisnis baru. Hal ini tak lepas dari bisnis syariah yang dijalankan dengan pendekatan syirkah atau kemitraan dalam koridor syariah.

Adapun ustadz Shabran Mujahidin membahas bagaimana muslim membangun bisnis yang penuh ‘berkat’ dan berkah. ‘Berkat’ bermakna bisnis yang menghasilkan profit yang terus tumbuh dan sinambung. Berkah adalah keridhoan Allah SWT, Dzat Pemberi Rizki, yang diraih ketika seluruh amal bisnis berjalan sesuai dengan syariah-Nya.

”Aktivitas bisnis Islami tidak dibatasi kuantitas kepemilikan hartanya, namun dibatasi dalam cara perolehan dan pendayagunaan hartanya yaitu, ada aturan halal dan haram,” tambahnya.

Acara ini menyimpulkan pentingnya kolaborasi sesama pengusaha muslim. Untuk itu diperlukan kesadaran kolektif di kalangan para praktisi bisnis syariah, bahwa sesungguhnya sinergi dan kolaborasi di antara para Pengusaha Muslim yang memiliki visi, misi dan frekuensi yang sama mutlak diperlukan dalam situasi saat ini. Secara praktis bisa dimulai dari membentuk jaringan jaringan komunitas bisnis. (*)