Awas! Virus Corona Semakin Ganas

0
176

Epidemi virus korona semakin tidak terbendung lagi. Hingga senin pagi ini , korban meninggal akibat virus mematikan ini di China bertambah menjadi 361 orang.

Tidak hanya itu, jumlah orang yang terinfeksi juga bertambah menjadi lebih dari 14.500 orang.

Korban meninggal dan terinfeksi terus bertambah, bahkan selisihnya semakin besar dari hari ke hari, meskipun otoritas China sudah melakukan langkah agresif untuk membendung penyebaran virus korona.

sementara itu, Seorang laki-laki di Filipina hari Minggu (2/2) kemarin meninggal akibat virus Korona, hal ini menandai kematian pertama akibat virus itu di luar China.

Hingga saat ini sudah ada 25 negara didunia yang mengkonfirmasi pasien positif corona.

50 juta penduduk di Provinsi Hubei diisolasi, tak ada warga yang bisa meninggalkan daerah masing-masing kecuali untuk alasan darurat.

Kondisi terparah berada di Wuhan di mana orang ditemukan meninggal di berbagai tempat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan status darurat nasional disertai dengan sejumlah langkah pencegahan secara internasional.

Sejumlah negarapun menarik warganya dari China termasuk WNI yang saat ini menjalani observasi selama 2 pekan di Natuna.

Sejumlah negara juga menolak pendatang asal China semakin banyak, termasuk Rusia dan Mongolia bahkan telah menutup perbatasan dengan China.

Beberapa wilayah menyesalkan lambatnya reaksi pemerintah dalam menangani, memberi penjelasan, dan mencegah kasus seperti yang terjadi di Hong Kong.

Dikutip dari situs National Public Radio, virus Corona Hong Kong menyebabkan tenaga kesehatan memprotes bila pemerintah tak juga menutup pintu perbatasan dengan China. Para suster mengancam akan walkout dari fasilitas kesehatan akibat aksi minim dari pemerintah setempat.

Lantas apa sebenarnya Virus Corona.

Bentuk virus yang masih bersaudara dengan penyebab SARS dan MERS ini persis mahkota. Bentuk mahkota ditandai protein S berupa sepatu yang tersebar di sekeliling permukaan virus.

Dikutip dari situs LIPI, virus Corona memiliki satu rantai RNA sehingga kerap disebut virus RNA. Virus jenis ini bermutasi lebih cepat dibanding DNA hingga satu juta kali.

Otoritas kesehatan China mengumumkan, virus corona jenis baru atau Novel coronavirus (2019-nCov) dapat menular melalui sentuhan dengan orang yang terinfeksi virus tersebut.

Dibandingkan dengan versi sebelumnya, Novel coronavirus berevolusi menjadi tiga fitur epidemiologis virus. Selain sentuhan dengan penderita, virus corona umumnya dapat menyebar melalui batuk dan bersin serta menyentuh benda yang pernah disentuh penderita.

Dikutip dari situs Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kasus infeksi virus Corona yang dilaporkan ada yang menunjukkan gejala dan tidak. Untuk kasus Coronavirus yang dilaporkan gejalanya seperti Demam, Batuk, Napas pendek

Menurut CDC, gejala virus Corona mungkin terlihat mulai 2-14 hari. Perkiraan ini dibuat berdasarkan masa inkubasi virus Corona dalam kasus MERS. Namun berbeda dalam kasus MERS, infeksi 2019-nCoV bisa menyebar dari pasien yang tidak menunjukkan gejala namun sempat berkomunikasi dekat dengan orang lain.  [*]