Beranda ยป Event ยป Bali Fashion, Craft and Tourism Expo 2017 Resmi Dibuka
Event

Bali Fashion, Craft and Tourism Expo 2017 Resmi Dibuka

DENPASAR, BALI – Bali Fashion, Craft and Tourism Expo 2017 resmi dibuka di Lippo Mall Bali, Kamis, 30 November 2017. Pameran produk fashion, Kerajinan dan Pariwisata Indonesia ini merupakan kegiatan Expo ke-3 yang digelar setiap tahunnya di Pulau Dewata Bali, dengan melibatkan Industri Industri Kreatif dari berbagai daerah di Indonesia termasuk dari Sulawesi Selatan.

Dinas Perindustrian Sulawesi Selatan juga turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, sebagai peserta dengan produk industri kreatif paling beragam. Sulsel membawa produk kerajinan anyaman lontara, kerang, produk kopi, cokelat dan markisa serta produk andalan Sutera Sulsel.

Dalam kesempatan itu, kontingen Sulsel menampilkan Fashion Show Sutera Sulawesi Selatan rancangan desainer-desainer dari Sulawesi Selatan, seperti Adi and Ali, Mimi Nasution dan Hilda Ali Genda.

Bali merupakan market point produk produk kerajinan dari seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia. Potensi ini tidak disia-siakan pihak Perindustrian Sulsel. Selain mengikuti kegiatan Pameran, pihak Disperindag Sulsel bidang IATEA juga melihat peluang ini untuk melakukan uji Pasar.

Jika dalam kegiatan ini dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk uji pasar, selanjutnya pihak Dinas Perindustrian dapat melihat produk apa saja yang menjadi produk andalan sulsel yang paling diminati di pasar Nasional dan Pasar Internasional.

Suasana pembukaan dan pengguntingan pita pameran Bali Fashion, Craft and Tourism Expo 2017 di Lippo Mall Bali, Kamis, 30 November 2017 oleh Kapela Dinas Perindustrian Bali dan Kabid IATEA Dinas Perindustrian Sulsel. (foto: Istimewa)

Kepala Bidang Industri IATEA (Industri Tekstil Elektronika Telematika dan Aneka) Dinas Perindustrian Sulsel, Meyke Nadjamuddin, mengatakan, uji pasar dilakukan di pulau dewata mengingat Bali adalah daerah pariwisata yang paling banyak dikunjungi masyarakat dari seluruh Indonesia dan berbagai belahan dunia.

“Jika kita mampu melihat produk sulsel mana yang paling diminati, maka kita akan semakin mampu pula menangkap peluang pasar, dan mengembangkannya,” pungkas Meyke.

Meyke mengatakan bahwa kerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali juga telah lama dirintis, dan diupayakan akan lahir kerjasama secara berkelanjutan, menyusul instruksi Gubernur Sulsel yang membuka kesempatan bagi setiap OPD untuk melakukan misi dagang masing-masing.

Kegiatan ini berlangsung di Bali 30 November hingga 3 Desember 2017 dan terbuka untuk umum. (fit/shar)