Advertisement - Scroll ke atas
  • Iduladha 1445 H
  • Kalla Group
  • Bapenda Makassar
  • Pemkot Makassar
  • Pemkot Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
Makassar

Bappeda Bersama Wawali dan Asisten III Kota Makassar Pimpin Rapat Tindak Lanjut Hasil P3KE

1814
×

Bappeda Bersama Wawali dan Asisten III Kota Makassar Pimpin Rapat Tindak Lanjut Hasil P3KE

Sebarkan artikel ini
Bappeda Bersama Wawali dan Asisten III Kota Makassar Pimpin Rapat Tindak Lanjut Hasil P3KE
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar bersama Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi dan Asisten III Pemkot Makassar, Mario Said memimpin pelaksanaan Rapat Tindak Lanjut Hasil Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) di Kota Makassar Tahun 2023 di Ruang Rapat Sipakatau, Balaikota, Senin (19/6/2023).
  • Pemprov Sulsel
  • PDAM Kota Makassar
  • Banner DPRD Makassar

MAKASSAR—Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar bersama Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi dan Asisten III Pemkot Makassar, Mario Said memimpin pelaksanaan Rapat Tindak Lanjut Hasil Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) di Kota Makassar Tahun 2023 di Ruang Rapat Sipakatau, Balaikota, Senin (19/6/2023).

Wawali Fatmawati Rusdi pada kesempatan ini meminta data terbaru tentang masyarakat miskin dari setiap Kelurahan.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

“Hal ini menjadi tugas bagi Pemerintah Kota Makassar untuk menyetor data-data kemiskinan yang ada di Kota Makassar untuk meningkatkan akurasi data dan mengidentifikasi langkah selanjutnya, sehingga tidak ada lagi pemberian bantuan yang tidak tepat sasaran,” tegas Fatma.

Sementara itu, Bappeda yang diwakili Kepala Bidang Sosial Budaya, Nopriadi menjelaskan bahwa terdapat 16 ribu KK di Kota Makassar yang dipetakan menjadi titik lokus pengentasan kemiskinan ekstrem.

“Dengan ini diharapkan segera diverifikasi dan divalidasi by name by adress di tingkat Kecamatan dan Kelurahan. Sehingga, data tersebut bisa lebih akurat dan obejektif dan menjadi data lokus dalam penanganan kemiskinan ekstrem melalui intervensi program dan kegiatan untuk mencapai target 0% kemiskinan ekstrem di Tahun 2024,” pungkas Noptiadi. (*/4dv)

error: Content is protected !!