Berjuang Pertahankan Prestasi, SMADA Selayar Butuh Perhatian Disdik Sulsel
Tajuddin SPd, Plt Kepala SMA Negeri 2 (SMADA) Selayar.

SELAYAR—Sederet catatan prestasi telah diukir dan diraih SMA Negeri 2 Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Beragam piala dan penghargaan menandai capaian prestasi yang telah diukir SMADA Selayar selama kurun waktu tiga puluh tahun terakhir.

Sejumlah alumni lepasan SMADA Selayar, juga pernah tercatat lolos mengikuti seleksi penerimaan calon mahasiswa baru Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) dan berbagai perguruan tinggi ternama lainnya di tanah air.

Kendati begitu, beragam bentuk kendala teknis masih harus dihadapi oleh pihak sekolah dalam mempertahankan eksistensi dan prestasi yang telah diraih siswanya.

Kendala paling krusial dipaparkan Plt. Kepala Sekolah SMA Negeri 2 (SMADA) Selayar, Tajuddin, SPd saat menerima kunjungan awak media ini di ruang kerjanya, Kamis (22/7/2021) adalah kekurangan tiga ruang kelas baru.

Kekurangan ruang kelas baru menjadi tuntutan kebutuhan vital menyusul semakin bertambahnya jumlah rombongan belajar (rombel) yang semula jumlah rombel untuk kelas X hanya enam rombel, tahun ini mengalami peningkatan menjadi tujuh rombel.

Untuk sementara waktu Tajuddin menyiasatinya dengan menyulap ruang aula dan ruang laboratorium menjadi ruang kelas.

Terkait dengan hal tersebut, ia berharap agar Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan dapat memberikan sentuhan perhatian ekstra kepada SMADA Selayar, melalui kebijakan pengalokasian kegiatan pengadaan dan pembangunan tiga unit ruang kelas baru (RKB) sebagai bentuk antisipasi dini terhadap potensi penambahan jumlah rombongan belajar (rombel) pada tahun ajaran mendatang.

“Kebijakan pengalokasian anggaran serupa diharapkan bisa menutupi kebutuhan biaya pengadaan fasilitas komputer yang masih kurang memadai untuk mendukung kemudahan penyelenggaraan ujian akhir sekolah dan proses belajar mengajar (PBM) virtual selama era pandemi covid 19,” jelas Tajuddin.

Selain itu Tajuddin juga berharap sinergitas kerjasama dengan pihak telkomsel selaku perusahaan penyedia layanan jasa internet, bisa ikut mendukung dan memudahkan proses penyelenggaraan ujian akhir sekolah berbasis internet, begitu pula halnya dengan proses belajar mengajar (PBM) virtual yang selama ini masih menggunakan jaringan satelit.

Meski begitu, Tajuddin mengaku, pihak sekolah berterima kasih dan bersyukur atas ketersediaan fasilitas jaringan internet sekolah yang selama ini dirasakan telah cukup membantu dan mendukung kelancaran aktivitas belajar mengajar di lingkungan SMADA Selayar. (4f4d)