Ciptakan Wiramuda, Diskop UKM Sulsel Wisuda 72 orang Siswa YESS

0
31
Ciptakan Wiramuda, Diskop UKM Sulsel Wisuda 72 orang Siswa YESS Kadis Koperasi dan UKM Sulawesi Selatan, Abd. Malik Faisal
Kadis Koperasi dan UKM Sulawesi Selatan, Abd. Malik Faisal. (Foto: Ist)

MAKASSAR – Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Selatan sejak tahun 2018 menghadirkan program sekolah wirausaha muda atau “Young Entrepreneur School Sulawesi Selatan (YESS).

Atas inisiasi kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Selatan, H. Abd. Malik Faisal SH, program YESS bertujuan membangun mindset, karakter dan keterampilan kewirausahaan kepada pelajar dan pemuda.

Bertempat di Baruga Karaeng Pattingalloang Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Minggu, 5 Januari 2020, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan secara resmi mewisuda 72 siswa peserta Young Entrepreneur School (YES) angkatan kedua.

Hadir dalam acara ini ketua Dekranasda Sulsel, Liestiaty F. Nurdin, Kepala Diskop UKM Sulsel, Malik Faisal, Kepala Sekolah YESS, Abd. Azis Bennu, pengajar YESS yang juga ketua bidang UKM Apindo Sulsel, Bahrul ulum Ilham, para insruktur YESS, ketua-ketua asosiasi bisnis, penggerak wirausaha dan orang tua siswa.

Ketua Dekranasda Sulsel, Liestiaty F Nurdin mengapresiasi kinerja Diskop UKM Sulsel, khususnya dalam mendorong penguatan kualitas dan kuantitas pengusaha muda melalui program YESS.

Dikatakannya, Sulawesi Selatan sangat kaya potensi sumber daya alam yang mebutuhkan kreatifitas anak muda mengolahnya dengan berwirausaha.

Kepala Diskop UKM Sulsel, dalam sambutannya mengatakan, YESS merupakan upaya Diskop UKM menyiapkan generasi muda menyongsong bonus demografi.

“Generasi muda sangat berpotensi bila diberikan edukasi dan keterampilan yang baik melalui kewirausahaan,” ujar Malik Faisal. Menariknya, program ini dilaksanakan dengan pembiayaan murni swadaya, tidak menggunakan anggaran negara baik APBN maupun APBD.

Kepala Sekolah YESS, Abd. Azis Bennu menambahkan, konsep pembelajaran YESS dikemas dalam sebuah program pelatihan rutin oleh para mentor, trainer dan coach bisnis ditunjang dengan pendampingan secara intensif. Dimana hanya 20 persen teori dan 80 persen praktek.

Ditambahkan fasilitator YESS, Bahrul ulum Ilham, pada bulan pertama siswa YESS akan diberikan motivasi dan perubahan mindset, di bulan ke dua peserta diberi kesempatan untuk menentukan produk yang akan diolah, dan di bulan ketiga peserta akan terjun kelapangan.

“YESS hadir didasari pemahaman bahwa kewirausahaan ternyata bukan hanya bakat bawaan sejak lahir, atau bersifat praktek lapangan saja. Apalagi, kewirausahaan merupakan suatu disiplin ilmu yang perlu dipelajari. Kemampuan seseorang dalam berwirausaha, dapat dimatangkan melalui proses pendidikan,” tandasnya.

Salah satu alumni YESS, Angela menyampaikan kesan mendalam atas kelas YESS yang diikutinya.

Siswa kelas 3 SMK Negeri 6 ini mengatakan, banyak pengalaman berharga tak terlupakan, dari menumbuhkan rasa kedisiplinan, kebersamaan, tanggung jawab serta keterampilan berwirausaha yang mungkin selama ini tidak diperoleh di sekolah formal.