Komandan Satuan (Dansat) Perlindungan Masyarakat (Linmas) Satpol PP Kota Makassar, Irwan, SE, MM
Irwan, SE, MM, Komandan Satuan (Dansat) Perlindungan Masyarakat (Linmas) Satpol PP Kota Makassar.

MAKASSAR—Komandan Satuan (Dansat) Perlindungan Masyarakat (Linmas) Satpol PP Kota Makassar, Irwan, SE, MM, menyangkal pernyataan Pj. Walikota Makassar, Prof. Rudi Djamaludin, yang beredar disejumlah media, yang menyatakan, bahwa Gaji 702 anggota Satpol PP Kota Makassar telah terbayarkan.

Hal itu disampaikan Dansat Linmas Satpol PP, Irwan, yang juga merupakan kasi Satpol Linmas, kepada Media Sulsel melalui Sambungan telepon, Senin (23/2/2021).

Menurut Irwan, apa yang diungkapkan Pj Walikota Makassar disejumlah media tersebut merupakan pernyataan yang penuh dengan kebohongan dan rekayasa untuk pencitraan.

“Saya Irwan, Kasi Satpol Perlindungan Masyarakat juga sebagai Dansat Linmas kota Makassar menyatakan, bahwa tidak benar itu ucapan PJ Walikota Makassar Prof. Rudy. Itu ucapan yang penuh kebohongan,” tegas Irwan.

Lebih lanjut Irwan meminta PJ. Wali Kota tidak membuat macam-macam pernyataan terkait gaji Satpol PP Kota Makassar yang seolah-olah telah selesai dibayarkan.

“Saya ini anggota Satpol PP jelas tidak pernah terima gaji sejak beberapa waktu lalu, tepatnya dari bulan Desember sampai sekarang, Sekali lagi saya katakan dan tegaskan melalui media ini tidak usah buat berita sensasi dan omong macam macam tentang gaji, karena saya Satpol dan saya tidak terima gaji,” tegas Irwan dengan nada kesal.

Untuk diketahui, sebelumnya diberitakan oleh sejumlah media online di kota Makassar, bahwa Pj Wali Kota Makassar, Prof. Rudy Djamaluddin mengaku kaget saat mendengar informasi keterlambatan gaji Satpol PP dan telah menanyakan langsung kepada Kepala BPKAD, yang hasilnya menurut Rudy, telah selesai dibayarkan.

Adapun lanjut Rudi hal yang sempat terjadi permasalahan adalah Tunjangan Pendapatan Pegawai atau TPP, lantaran ada masalah administrasi di lingkup Satpol sendiri. (70n)