Advertisement - Scroll ke atas
  • Pemkot Makassar
  • Pemkot Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
Travel

Desa Sasak Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Budaya Modern

395
×

Desa Sasak Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Budaya Modern

Sebarkan artikel ini
  • Pemprov Sulsel
  • PDAM Kota Makassar
  • Banner DPRD Makassar

MEDIASULSEL.com – Tahukah anda, selain wisata pulau, Pantai dan air terjun, Pulau Lombok memiliki kekayaan budaya tradisional yang sangat beraneka ragam. Salah satu dari kekayaan budaya tradisional yang terdapat di Pulau Lombok ini adalah Dusun Sade.

Dusun Sade merupakan Desa Tradisional Sasak (suku asli Pulau Lombok) atau sebuah perkampungan suku Sasak asli yang masih mempertahankan dan menjaga keaslian kebudayaan Sasak lama.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Sejak zaman pemerintahan Kerajaan Pejanggik di Praya, Kabupaten Lombok Tengah sampai sekarang. Desa Sade yang secara administratif berada di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, atau terletak di wilayah bagian selatan Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, terus mampu mempertahankan keasliannya di tengah gempuran budaya modern.

Perkampungan Suku Sasak ini sangat unik. Rumah yang bersusun di bukit kecil seakan membentuk labirin dengan lorong kecil sebagai penghubung. Profesi masyarakat suku Sasak umumnya adalah petani. Kaum wanita mengisi waktu sebagai penenun dengan alat tradisional. Produk mereka berupa Kain Sarung, Kain Songket, Selendang, taplak meja dan lain-lain.

FOTO BY : Mzd

Memasuki kawasan perkampungan suku Sasak akan dijemput pemuda-pemuda sasak yang menemani, memberi informasi seputar sejarah dan budaya Sasak. Tak perlu khawatir mengenai jasanya, dengan membeli oleh-oleh atau cindera mata dari jualannya, mereka sudah menganggapnya sebagai bayaran jasa.

foto By : Mzd

Hal itu terungkap dari apa yang disampaikan oleh pemuda setempat yang menemani Media Sulsel saat berkunjung ke Pulau Lombok beberapa hari lalu, dan harga cindera mata yang ditawarkanpun relatif murah, untuk 2 Pasang kain tenun lengkap selendang, hanya berharga Rp150 ribu. (Mzd/464ys).

error: Content is protected !!