Beranda » Sulsel » Disdubpar Sulsel : F8 Tidak Masuk Kalender Event Pariwisata
Disdubpar Sulsel : F8 Tidak Masuk Kalender Event Pariwisata
Sulsel

Disdubpar Sulsel : F8 Tidak Masuk Kalender Event Pariwisata

MAKASSAR – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan telah mengusulkan sejumlah kalender event pariwisata untuk tahun 2020.

Dari sejumlah event pariwisata tersebut, ada 35 yang diusulkan 11 kabupaten dan Kota yang kemudian di seleksi sesuai dengan persyaratan yang disebutkan oleh Kementerian Pariwisata, kegiatan tersebut berlangsung secara berkesinambungan tiga tahun berturut-turut, kemudian komitmen pemerintah daerah dalam hal ini kepala daerahnya.

“Kalau tidak ada dukungan Pemerintah daerahnya tentu event ini tak bisa berjalan dengan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel Denny Irawan, Kamis (10/10)

Dari 35 event tadi, menurut Denny ada sekitar 14 yang dipersentasikan diantaranya Beautifull Malino di Kabupaten Gowa, Kemudian Toraja Internasional Festival dj Toraja, Festival Phinis di Bulukumba, dan Festival Takabonerate di Selayar.

Namun, dari beberapa event tersebut diakui oleh Denny bahwa ada event yang tidak diusulkan karena tidak memenuhi persyaratan dan ini dievaluasi oleh Kementerian Pariwisata. Diantaranya,F8 yang dilaksanakan di kota Makassar, kemudian juga Lovely Toraja yang berganti Toraja.

“Kemenpar memberikan beberapa catatan, termasuk F8 inikan tidak masuk karena dianggap kepala daerahnya tidak komitmen dalam pelaksanaan eventnya, dan kemenpar sangat menyayangkan ini karena event ini sangat bagus,” ungkap Denny.

Ia menjelaskan, F8 tidak dimasukkan karena komitmen dari kepala daerahnya tidak ada dianggap tidak penting event tahunan ini.

“Waktu di Jakarta sempat disampaikan, tapi yang paling pertama disampaikan dari pusat kan komitmen dari daerah. Inikan Wali Kota menghilangkan F8 jadikan tidak memenuhi syarat point komitmen kepala daerah sendiri yang tidak berkomitmen seperti itu.Inilah menjadi catatan oleh pusat karenakan pusat meminta kepada daerah dengan persyaratan-persyaratan yang diajukan kemarin antara lain komitmen kepala daerah,” tegas Denny.

Ia menyatakan Wali Kota menganggap ini tidak penting karena tidak ada dananya. Jadi pusat juga melihat itu, “Pemerintah pusat itu menilai segala event yang ada termasuk kita Makassar. Jadi mengevaluasi juga itu. Kemarin F8 tidak kita masukkan karena syaratnya tidak memenuhi. Sebenarnya masuk diusulan secara keseluruhan tapi 5 besar tidak karena komitmen kepala daerah tidak. Itupun juga dari pusat kemarin disampaikan sayang sekali karena F8 itu bagus tapi komitmen dari kepala daerah yang menjadi catatan,”ujarnya

Ia pun menambahkan, dari 14 itu yang diajukan mereka meminta yang mana menjadi prioritas.

“Saya sampaikan yang pertama yang komitmen kepala daerahnya seperti Phinisi Bulukumba, Festival Sao Karraja Parepare, Beautifull Malino. Pokonya yang event yang pak gubernur dan kepala daerahnya komitmen adakan,” paparnya.

Sedangkan, menurutnya kemilau Toraja itu tidak diusulkan karena pusat meminta sebenarnya Toraja dan Toraja Utara ini berkolaborasi .

“Yang jelas ada beberapa catatan yang diberikan dan ini penting buat daerah untuk bisa bersinergi dalam pengembangan wilayah yang ada di situ,”ucapnya. [*]