Advertisement - Scroll ke atas
  • Bapenda Makassar
  • Pemkot Makassar
  • Pemkot Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Stunting
Makassar

Distaru Gelar FGD I: Bahas Penetapan Perda RTRW Kota Makassar

744
×

Distaru Gelar FGD I: Bahas Penetapan Perda RTRW Kota Makassar

Sebarkan artikel ini
Distaru Gelar FGD I: Bahas Penetapan Perda RTRW Kota Makassar
Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Makassar menggelar Focus Group Discussion (FGD) I. Kali ini dengan materi pembahasan Penetapan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Makassar tahun anggaran 2023, di Hotel Arthama Makassar, Rabu (29/11/2023) pagi.
  • Pilkada Sulsel (KPU Sulsel)
  • Pemprov Sulsel
  • PDAM Kota Makassar
  • Banner DPRD Makassar

MAKASSAR—Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Makassar menggelar Focus Group Discussion (FGD) I. Kali ini dengan materi pembahasan Penetapan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Makassar tahun anggaran 2023, di Hotel Arthama Makassar, Rabu (29/11/2023) pagi.

Ketua Pelaksana kegiatan, Ilham menyampaikan, penataan ruang merupakan merupakan unsur yang sangat penting dalam pembangunan wilayah perkotaan, khususnya dalam kerangka kerja pengendalian pemanfaatan ruang, sehingga dapat memberikan manfaat yang berguna dan bermakna bagi masyarakat luas.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

“Penataan ruang menganut urutan yang hirarkis, dimana kota kita termasuk di dalam strukturnya,” ujarnya.

Lanjut Ilham, hal ini berarti pula, isu-isu penataan ruang yang muncul, harus ditanggapi sesigap mungkin. Khususnya aparat peneliti, pengembang, pengendali dan layanan perizinan. Perlu disikapi secermat mungkin.

“Kelalaian dan ketidakmampuan penataan ruang sesuai fungsi, akan berkonotasi negatif. Berarti pula mengabaikan hakikat Undang Undang penataan ruang,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pada pelaksanaan FGD ini, diharapkan semua peserta berperan aktif, berbagi pengalaman, memberikan kontribusi yang terbaik, agar dapat mencapai kesepakatan bersama, dapat memberikan kontribusi positif bagi negara.

Adapun tujuan dari kegiatan ini, tutur Ilham, yaitu mewujudkan keserasian perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian, sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No. 26 tahun 2007 tentang penataan ruang.

Sementara, Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Makassar, Fahyuddin, AP, MH, mengungkapkan rasa terimakasih dan apresiasinya, kepada semua pihak yang bersedia hadir dalam giat FGD kali ini.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi, kepada semua pihak yang bersedia hadir. Dalam kegiatan ini, kehadiran kalian menjadi bukti nyata keseriusan kita bersama untuk membangun, kota Makassar yang lebih baik dan berkelanjutan,” ungkap Fahyuddin.

Menurut Fahyuddin, RT/RW memiliki urgensi yang sangat strategis, bagi masa depan tata ruang di Kota Makassar. Tidak hanya perspektif pembangunan, tapi juga perspektif lingkungan, dalam rangka substansi development.

“Oleh karena itu saya mengajak semua peserta FGD untuk aktif berpartisipasi, berbagi pengalaman dan memberikan kontribusi terbaik. Agar kita bisa mencapai kesepakatan bersama, yang berdampak positif bagi kota Makassar,” harapnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Fahyuddin menyampaikan bahwa FGD ini dapat menjadi momen yang berharga, dalam membangun kota Makassar yang lebih baik, yang sesuai dengan visi dan misi pembangunan kota Makassar.

FGD kali ini, menghadirkan dua orang narasumber, Sri Wahyuni, ST, MT dan Arief Isnaeni, ST, MSP. (*/4dv)

  • DPPKB Kota Makassar
error: Content is protected !!