MAKASSAR – Di tengah pandemi yang melanda, Tim Penggerak PKK Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi salah satu kekuatan, dengan senantiasa hadir memberi dukungan kepada masyarakat. Melalui program kerja yang disusun, kelompok yang dimotori oleh Istri Gubernur Sulsel, Lies F Nurdin ini turun langsung melihat dan mendengar kondisi masyarakat, serta memberi respon yang dibutuhkan.

Kali ini, Dosen Ilmu Perikanan dan Kelautan Unhas ini kembali menyusun program kegiatan bersama empat Kelompok Kerja PKK yang menyentuh dan beririsan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Dalam rapat koordinasi yang digelar Kamis, 5 November 2020, Lies berujar, program kegiatan yang disusun berupaya meneruskan hal-hal yang telah dilakukan PKK dan memasukkan beberapa program baru sesuai kebutuhan masyarakat, khususnya bagi pemberdayaan perempuan dan anak.

“Program ini disesuaikan dengan 10 Program PKK yang mencakup seluruh aspek dalam mendukung kemandirian, pemberdayaan untuk mendukung kualitas kehidupan masyarakat, utamanya untuk kelompok perempuan dan anak,” tutur Lies.

Secara sederhana, program kerja yang disusun ole PKK Sulsel diupayakan mendukung kemandirian masyarakat, menghidupkan usaha kecil dan menengah masyarakat, dukungan pada industri lokal yang dikelola kelompok masyarakat di masing-masing daerah, penguatan kualitas dan ketahanan pangan masyarakat melalui pemanfaatan pekarangan, dukungan bagi tumbuh kembang anak, kebutuhan pendidikan anak serta upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan. Dalam satu tahun, ini tema besar yang berusaha dikerjakan dengan sepenuh hati oleh Lies F Nurdn.

“Akan ada program detail untuk meneruskan program yang telah kami buat sebelumnya, serta beberapa program yang kami kembangkan melihat kebutuhan masyarakat di seluruh daerah yang kami kunjungi,” jelas Lies F Nurdin.

Bukti nyata kerja PKK di tahun ini dengan terbentuknya lahan seluas empat hektare di area Gedung Olahraga Sudiang sebagai lahan produktif talas satoimo yang dikembangkan oleh kelompok tani perempuan. Tak hanya di Makassar, budidaya jenis umbi-umbian yang kaya manfaat juga dikembangkan di beberapa daerah yang memiliki iklim yang sesuai. Hasilnya, tak sampai setahun, talas satoimo berhasil diekspor dalam bentuk talas beku dan tepung talas.

“Budidaya talas bagi kelompok tani tidak hanya memberi nilai tambah ekonomi bagi kelompok petani, namun juga mendukung ketahanan pangan masyarakat, talas ini memiliki nilai gizi yang tinggi sehingga bagus jika dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.

Hal lain yang menjadi fokus proram kerja PKK Sulsel adalah pada tumbuh kembang anak melalui program cegah stunting. Program ini dimulai dari memberi edukasi kepada para orang tua, pembentukan kader Posyandu yang aktif dan memiliki kompetensi agar mendukung tumbuh kembang balita. Hasilnya, di tahun 2020, angka stunting di Sulsel berhasil turun 5 persen.

Dukungan pada kemandirian masyarakat dari hulu ke hilir terus berlanjut dengan edukasi pemanfaatan pekarangan rumah tangga, hingga pada persoalan metode pendidikan anak mulai dari rumah hingga sekolah.

Lies menuturkan, dalam menjalankan program kerjanya bersama PKK, ia senantiasa melibatkan dinas terkait yang sejalan dengan program kerja yang akan dilaksanakan.

“Saat ini masing-masing OPD sedang menyusun programnya, bagaimana kita akselerasi degan OPD terkait, kami bekerjasama dengan sekitar 17 OPD,” imbuhnya. (*)