Beranda » News » Farhan, Bocah Pengidap Tumor Ginjal Dikunjungi Tim Dinkes Takalar
News

Farhan, Bocah Pengidap Tumor Ginjal Dikunjungi Tim Dinkes Takalar

TAKALAR – Farhan (5), warga Desa Parang Laura, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Takalar ini, nama dan fotonya sempat menghiasi sejumlah grup media sosial di Sulsel. Lantara perjuangannya melawan penyakit tumor ginjal yang bersarang ditubuhnya. Hal itulah yang mengusik perhatian Tim Dinas Kesehatan Takalar bersama pihak Puskesmas Polut mengunjungi Farhan.

Dari hasil kunjungan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Takalar, dr. Hj. Nilal mengatakan, bahwa berdasarkan hasil diagnosa dokter RS. Dr. Wahidin Soedirohusodo, Farhan diketahui menderita tumor ginjal.

Sebelumnya, lanjut Nilal, pasien pernah dirawat di RS. Dr. Wahiddin Soedirohusodo, Makassar, dan telah menjalani operasi suspek tumor ginjal, namun karena terkendala biaya sehari-hari, keluarga meminta pulang paksa, dan di rawat di rumah.

“Kondisi pasien saat ini masih menderita pembengkakan pada perut dan benjolan di kepala kami dari tim dinas kesehatan melakukan pendekatan kepada keluarga pasien untuk melakukan pengobatan lebih lanjut demi kesembuhan pasien,” tegas dr. Nilal, Sabtu (24/2/2018).

Kedua orang tua pasien Daeng Pasang dan Daeng Tayu, diketahui telah terdaftar sebagai peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI), sementara Farha terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri, olehnya itu Dinkes Takalar akan berusaha untuk mengalihkan pasien Farhan sebagai peserta BPJS PBI agar tidak terkendala dalam pembiayaan.

“Kedua orang tua memiliki BPJS PBI, sementara anaknya BPJS Mandiri, insya Allah Senin kami hubungi pihak BPJS supaya bisa masuk BPJS PBI, sambil kita akan berikan motivasi kepada keluarga pasien untuk membawa anaknya ke RS,” lanjut dr. Nilal.

Untuk diketahui, Ds. Parang Luara, sebuah desa yang terletak di pinggiran Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan yang kurang lebih hanya berjarak sekitar 2 KM dari kota Takalar. Umumnya masyarakatnya Ds. Parang Laura mengandalkan kehidupan sehari-harinya dari berkebun, demikian juga halnya dengan kedua orang tua Farhan.

Informasi yang diterima mediasulsel.com, saat ini orang tua Farhan sudah tidak mampu lagi membiayai pengobatan Farhan, karena sejumlah barang berharga yang dimilikinya telah habis terjual, demi pengobatan anaknya. (fit/shar)