MAKASSAR — Di tengah ketatnya persaingan Kejuaraan Daerah (Kejurda) FORKI Sulawesi Selatan 2026, nama Gojukai Bukit Baruga justru mencuri perhatian. Berstatus sebagai unit pembinaan terkecil, mereka tampil mengejutkan dengan menyumbang deretan atlet berprestasi dan menjadi salah satu lumbung kekuatan menuju level nasional.
Kejurda yang berlangsung pada 16–18 April 2026 di JK Arenatorium GOR Unhas Makassar itu diikuti seluruh pengurus FORKI kabupaten/kota se-Sulsel serta Komda perguruan karate. Ajang ini tak sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi pintu seleksi atlet terbaik Sulawesi Selatan untuk dipersiapkan menghadapi Kejuaraan Nasional FORKI 2026 di Soreang, Bandung, Jawa Barat.
Di tengah dominasi kontingen besar, Gojukai Bukit Baruga justru menunjukkan eksistensinya. Dengan jumlah atlet yang cukup banyak dan tersebar di berbagai nomor—mulai dari kumite, kata perorangan hingga kata beregu—mereka mampu tampil kompetitif.
Tak hanya memperkuat Gojukai Komda Sulsel, sejumlah atlet dari unit ini juga dipercaya membela beberapa daerah seperti FORKI Sidrap dan FORKI Sinjai. Hasilnya, mereka berhasil menorehkan sejumlah medali emas yang mengantarkan nama-nama atletnya masuk dalam daftar pemusatan latihan menuju Kejurnas.
Capaian ini menjadi bukti bahwa pembinaan di Gojukai Bukit Baruga berjalan intens dan terarah. Unit ini konsisten mengasah kemampuan atlet, terutama di usia muda, dengan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi tetapi juga pembentukan karakter.
Keberhasilan tersebut tak lepas dari peran pelatih berpengalaman yang terlibat langsung dalam proses pembinaan. Di antaranya Shihan Ichwan Ahmad Edy, Sensei Aswar, Sensei Faizal Zainuddin, Sensei Fidelys Lolobua, dan Sensei Ayu Safitri yang memberikan penguatan teknik, strategi, hingga kesiapan mental atlet.
Chief Instructor Gojukai Bukit Baruga, Shihan Ismail Alrip, S.H., M.Kn., kepada mediasulsel.com, Minggu (19/4/2026) menegaskan bahwa pihaknya menaruh perhatian besar pada proses tumbuh kembang atlet sejak dini.
“Kami tidak hanya melatih teknik bertanding, tetapi juga membangun jembatan psikomotorik anak melalui karate. Dari situ terbentuk disiplin, koordinasi, dan kepercayaan diri. Karate bagi kami adalah bagian dari proses pembentukan masa depan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Dewan Guru Gojukai Komda Sulsel, Kyoshi Prof. Dr. Musakir, S.H., M.H., menekankan pentingnya nilai-nilai dalam proses pembinaan atlet.
“Jika kemenangan membutuhkan perjuangan, perjuangan membutuhkan pengorbanan, pengorbanan membutuhkan kemauan, dan kemauan membutuhkan keikhlasan, maka itulah yang harus diresapi setiap atlet,” ungkapnya.
Gojukai Bukit Baruga terus menanamkan nilai disiplin, ketangguhan, serta mental juang tinggi bagi para atletnya. Pembinaan tidak hanya difokuskan pada teknik, tetapi juga membentuk kepribadian agar siap menghadapi tantangan di arena maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun atlet yang berhasil meraih medali emas dan diproyeksikan mengikuti pemusatan latihan menuju Kejurnas FORKI 2026 di antaranya Aswar, S.Pd (pelatih), Albiadi, S.Pd, Rafaela Aristawidya Purnomo, Bushra Asrah Subakti, Muh. Zaki Yanur, Mustafa Uwais Al Qarani, Ahmadinejad Hasan, Muhammad Mirza Muhiburrahman, Zahadiah Al Muhammadi, dan Shahia Putri Anindya Arief. (Ag4ys)













