MAKASSAR – Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) Prof. Sukri Palutturi mengajak semua pihak untuk mewujudkan Kota Sehat Makassar (Makassar Healthy City).

Hal itu diungkapkan Guru Besar FKM Unhas yang menyelesaikan pendidikan doktornya dalam bidang healthy city di Griffith University Australia, dalam pertemuan koordinasi dan Workshop Rencana Aksi Kota Sehat yang berlangsung di Hotel Novotel Makassar, Rabu (29/1/2020).

Menurutnya, banyak negara yang menunjukkan success story dalam penyelenggaraan healthy city, terutama pada setting-setting yang lebih kecil misalnya Marikina City, Philipina pada pasar sehat, Hongkong dengan sekolah sehat, Kucing Malaysia dengan pelabuhan sehat.

Jepang dengan pengelolaan sanitasi dan sampah dan Australia dengan penataan lingkungan, dan pantai yang sangat bersih. Korea Selatan juga termasuk negara yang aktif dan sukses menyelenggarakan kota sehat.

“Negara-negara tersebut masing-masing mempunyai cerita dan sejarah tersendiri dalam implementasi kota sehat yang dapat diadaptasi dan direplikasi dalam konteks Indonesia sesuai dengan masalah, kebutuhan dan sumber daya yang dimilikinya,” tegas Prof. Sukri.

Lebih lanjut, menurutnya, kota sehat itu adalah sebuah kota yang secara terus menerus meningkatkan dan menciptakan lingkungan fisik dan sosial yang sehat.

Karena itu kota sehat bukan bisnis 2 tahunan seperti yang terjadi selama ini di Indonesia, dimana setiap dua tahun diadakan penilaian kota sehat untuk memperoleh swasti shaba, tetapi lebih dari itu yaitu kota yang bersih, aman dan nyaman untuk dihuni warganya.

Diakhir acara yang diselenggarakan Bappeda Makassar dan difasilitasi IOM Makassar dilanjutkan penandatanganan piagam komitmen bersama berkolaborasi untuk mewujudkan Kota Sehat Makassar, dengan menyepakati 4 point’ utama yang meliputi, kesediaan berkolaborasi lintas sektor terkait upaya kota sehat di lokasi yang telah disepakati bersama,

Kesediaan berpartisipasi secara berkesinambungan dalam menyelesaikan masalah program kota sehat di lokasi yang disepakati bersama.

Berpartisipasi aktif secara lintas sektor termasuk secara bersama-sama terlibat dalam kegiatan perencanaan, implementasi, monitoring dan evaluasi program dalam membangun kota sehat dan terakhir mendukung upaya kolaborasi membangun kota sehat yang mencakup promosi kesehatan, pelatihan, pendidikan, pembangunan infrastruktur dan penyediaan kebutuhan dasar serta program lainnya.

Hadir dan ikut menandatangani baik unsur pemerintah, swasta dan NGO, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Ketahanan Pangan, Catatan Sipil dan Kependudukan, Dinas Perpustakaan, Pemberdayaan Perempuan, dan Rumah Sakit Daya.

Sementara unsur NGO, UN dan proyek terkait hadir misalnya Rumah Zakat, LSKP, IUWASH Plus, UNICEF, Kotaku, RISE, Sekolah Tanpa Batas, Dompet Dhuafa, Forum Jurnalis Sanitasi, BAKTI dan save the Children. Sementara unsur swasta, BUMN/BUMD dan universitas adalah Yayasan Hadji Kalla, Bosowa Foundation, Pertamina, PDAM dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin. (*/464ys)