Advertisement - Scroll ke atas
  • Bapenda Makassar
  • Pemkot Makassar
  • Pemkot Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
Opini

Jalan-jalan Ke CPI, Mau Shalat Atau Dansa?

285
×

Jalan-jalan Ke CPI, Mau Shalat Atau Dansa?

Sebarkan artikel ini
Jalan-jalan Ke CPI, Mau Shalat Atau Dansa?
Hasrinawati H, S.ST, MM
  • Pemprov Sulsel
  • PDAM Kota Makassar
  • Banner DPRD Makassar

OPINI—“Mari kita berdansa sampai akhir zaman” kalimat viral pengacara kondang Hotman Paris Hutapea saat meresmikan W SuperClub. Pengacara glamor ini juga mengundang 1000 wanita cantik menjadi aspri di club tersebut.

“Kepada masyarakat Kota Makassar sudah resmi dibuka W Superclub di kompleks Ciputra, ya? CPI. Malam ini Hotman akan berdansa dengan kalian, ya, dan akan menjadi pusat hiburan yang sangat cocok untuk relasi bisnis sobat-sobat anda. Wanita-wanita cantik kalau mau jadi aspri, cepat datang malam ini. Hotman masih butuh aspri 1.000 orang wanita tercantik di Indonesia. W Superclub resmi dibuka di Makassar tanggal 27 Mei 2024. Mari kita berdansa sampai akhir zaman,” kata Hotman Paris (Makassar.tribunnews.com/ 2024/05/30).

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Di situsnya club ini buka pukul 20.00-04.00. Club ini merupakan club besar, jejaringnya sudah ada di berbagai daerah seperti Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Makassar, Medan, Pekanbaru, Bali dan kota-kota lainnya. Dibawah payung HW Group, HWG memiliki 8 jenama kelab malam dan bar, seperti Rocca Osteria & Bar, Golden Tiger Club, dan lainnya (Makassar.tribunnews.com/2024/05/30).

Jiwa Makasarku terusik, Makasar dikenal sebagai kota religious. Destinasi wisata religi cukup banyak. Masjid Almarkas, masjid raya, masjid terapung, dan tentu masjid Kubah 99. Bagi sebagian besar warga Makassar dan warga luar kota umumnya belum memiliki asset di CPI.

Wilayah reklamasi ini tentu memiliki properti dengan harga yang lumayan tinggi. Warga Makassar jika berkunjung ke CPI tentulah ke masjid Kubah 99, ikonnya CPI. Paling tidak foto-foto di masjid kubah apalagi jika ada rezeki bisa menikmati menu lego-lego. Tempat healing favourit warga kota setelah penat kerja, diakhir pekan bisa menikmati sunset bersama keluarga.

Pemandangan indah paduan ciptaan Allah dan estetiknnya bangunan buatan manusia. Namun kini, disana berdiri super club. Seakan Makassar tidak ada clubnya, padahal sepanjang nusantara sudah cukup banyak. Ini dibuatkan yang super, dibangun diatas ikonnya Makassar bahkan dijantung Indonesia, CPI.

Wajarlah jika banyak yang menolak, MUI, BMI, HMI dan lainnya. PD Muhammadiyah khawatir, W Superclub bakal menjadi sarang maksiat lantaran adanya pernyataan Hotman Paris selaku pemilik clubbing yang disinyalir dapat merusak norma agama (makassar.kompas.com/ 2024/05/30).

Pihak Muhammadiyah sudah melayangkan surat protes ke Pemkot Makassar, namun ternyata izin datang dari Pemprov Sulsel dan kementrian investasi melalui aplikasi OSS.

Jika bicara izin mungkin saja semua prosedur sudah terpenuhi, apalagi pemiliknya seorang pengacara top tentulah sangat paham tentang peraturan terkait. Jadi persoalan kita tidak hanya pada terpenuhinya izin atau tidak melainkan mengapa usaha sejenis ini bisa terbit izin.

Kita berada diera liberalisme yang melanda segala sisi. Kebebasan untuk memiliki memberikan peluang bisnis apapun berdiri selama ada peminatnya. Kebebasan berperilaku membiarkan orang memilih jalan hidup semaunya, tidak peduli ada norma-norma yang dilanggar. Hidup serba bebas dipelihara katanya hak asasi manusia. Akhirnya HIV merajalela.

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) merilis jumlah kasus penderita HIV/AIDS di Sulsel hingga November 2022. Sulsel berada di urutan ke-7 secara nasional dengan jumlah kasus mencapai 22.368. Makassar tertinggi 11.499. (makassar.tribunnews.com/2022/12/23). Belum lagi aborsi, dan sejumlah kasus bawaaan lainnya.

Alquran tegas melarang zina, khamer, judi yang justru jadi lahan cuan di club seperti ini. Tidakkah kita takut azab Tuhan datang tiba-tiba, hanya karena perbuatan mereka. Tidakkah kita khawatir nasib generasi muda. Tidakkah kita khawatir ada suami yang justru jajan disana.

Masuk pintunya saja sudah harus bayar, pelanggannya menghambur uang untuk dansa-dansa, stressed out katanya. Ada yang bilang lapangan kerja, apa mau anak gadismu kerja disana sambil dicolek tangan jahil yang sementra kehilangan kesadaran. Yang untung itu hanyalah pemilik modal yang mereka bersantai duduk manis dikursi cuannya.

Merujuk ke Islam, hukum di adopsi dari Alquran Sunnah. Ini hak mutlaknya Sang Pencipta. Allah pencipta kita tentu tahu hal baik dan buruk untuk ciptaanNya. Jika ditetapkan bisnis/kerja itu ada halal haram maka halal membawa berkah, haram membawa bencana. Jangan ditabrak.

Berbuat ada hukum-hukunmnya, semua akan dihisab, tidak boleh seenaknya. Sekarang aturan bisa dibuat dengan suara terbanyak atas nama demokrasi yang sejatinya adalah warisan barat, aturannya bisa berubah-berubah. Aturan yang biasa saling tabrak, aturan yang tidak mungkin mengcover semua harapan kita, aturan yang bahkan sering bisa dibeli. Hasilnya seringkali tajam kebawah, tumpul keatas.

Sekedar urus IMB saja atau urus sertifikat bikin puyeng, tapi club sebesar ini begitu mudah lolos. Andai bukan karena diresmikan maka kita akan luput keberadaannya, padahal tidak mungkin pihak-pihak terkait tidak mengetahui pembangunannya. Yah jangan katakan “sudahlah”, karena diam akan memudahkan usaha sejenis ini semakin besar.

Jangan mau tanah kita dikotori, cukuplah urusan reklamasi CPI ini yang belum kelar soalannya. Jangan tambah-tambah yang undang murka Tuhan. Jagai siri’ta, jagai lebbi’ta, Jaga Makasar dengan Alquran dan Sunnah. Wallahualam. (*)

 

Penulis: Hasrinawati H, S.ST, MM

 

***

 

Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.

error: Content is protected !!