Advertisement - Scroll ke atas
  • Pemilu 2024
  • Ramadhan 1445
  • Pemkot Makassar
  • Pemkot Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
Makassar

Kapolsek Tallo Rela Jaminkan Lencana Demi Redam Aksi Demo

680
×

Kapolsek Tallo Rela Jaminkan Lencana Demi Redam Aksi Demo

Sebarkan artikel ini
  • Pemprov Sulsel
  • PDAM Kota Makassar

MEDIASULSEL.com – Menjelang kedatangan Presiden Joko Widodo ke Makassar, sejumlah massa Gerakan Aktivis Makassar (GAM) melakukan aksi, terkait sisa ganti rugi pembebasan lahan jalan tol, Kamis (25/11/2016) sekitar pukul 23.00 Wita.

Menanggapi aksi itu, Kapolsek Tallo, Kompol Henky Ismanto, demi menjaga ketertiban jelang kedatangan Presiden Joko Widodo ke Makassar. Kompol Henky Ismanto menjaminkan lencana polisi yang dipakainya kepada warga. “Silahkan kita pegang lencana ku ini, saya yang jamin kalau tenda bisa dipasang kembali setelah Presiden kembali ke Jakarta,” jelasnya.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Kompol Henky Ismanto meminta, agar membongkar sementara tenda yang didirikan warga yang sedang melakukan aksi selama sebulan lebih, diatas lahan mereka yang belum dibebaskan Kementerian PU-PR yang dijadikan sebagai jalan tol.

Para warga tetap memilih bertahan dibawah tenda diatas lahannya yang dijadikan sebagai jalan tol, yang hingga kini belum dibayarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum Perumahaan Rakyat (PU-PR),

Sebelumnya, warga sepakat tetap bertahan melakukan aksi simpati dengan berdiam dan tutup mulut didalam tenda agar dilihat oleh Presiden RI nantinya. Berkat diplomasi Kapolsek bersama Danramil serta Camat Tallo, membuat warga memilih mengalah agar tenda dibongkar dulu.

“Kami memilih mengalah karena melihat pribadi Kapolsek. Tapi kami meminta tiga spanduk yang tertera tuntutan kepada Kementerian PU-PR tetap dipasang dipinggir tembok pembatas badan jalan,” ucap Andi Amin, Koordinator warga Buloa.

Menyikapi hal itu, Panglima Gerakan Aktifis Mahasiswa (GAM), Adhi Puto Palaza menilai, apa yang dilakukan Kapolsek Tallo adalah sebuah skenario hanya menguntungkan dirinya untuk pencitraan selama Presiden Jokowi berada di Makassar.

“Seorang kapolsek berani menurunkan lencananya sebagai Jaminan jika tenda yang didirikan warga setelah dibongkar, dan kemudian tidak dibangun lagi dalam waktu 2 hari kedepan itu sama saja akal-akalan. Tidak ada lagi gunanya menduduki lahan yang dijadikan jalan Tol. Karena Presiden sudah tinggalkan Makassar tidak melihat aksi warga. Biar saya pangkatku sebagai panglima jaminannya bisa kujaminkan untuk dicopot kalau tenda tidak bisa dibangun, kalau Jokowi sudah pulang,” ujar Adhi.

Lihat Juga:  6 Tahun Berturut² Digelar, Danny Pomanto Sebut F8 Makassar Ide Lokal yang Mengglobal

Sebelumnya, tenda pendudukan yang dibangun warga diatas lahan mereka dijadikan sebagai jalan tol, telah berlangsung selama sebulan lebih. Aksi ini dilakukan terkait belum terbayarkannya sisa ganti rugi lahan mereka yang dijadikan sebagai jalan tol.

Dimana dari total lahan warga seluas 7 Ha lebih, sekitar 48.222 meter persegi yang baru terbayar sepertiga dalam pembebasan lahan oleh Kementerian PU-PR. Adapun yang belum sama sekali dibayarkan sekitar 100 persen seluas 22.134 meter persegi.

“Sisa pembayaran itu senilai Rp9,24 miliar lebih.Sementara yang sudah dibayarkan pada tahap pertama tahun 1998, yakni sepertiga lahan seluas dua hektare lebih senilai Rp2,5 Miliar kala itu. Total lahan digunakan tol sekitar 12 hektare lebih,” terang Adi.

Pihak ahli waris pemilik lahan bersama warga awalnya memilih tetap bertahan diatas tenda sesuai dengan dasar putusan pada tingkat Peninjauan Kembali (PK) dari Mahkamah Agung (MA), nomor 117/PK/Pdt/2009 tertanggal 24 November 2010 yang memerintahkan Kementerian PU-PR segera membayarkan sisa ganti rugi lahan mereka yang dibebaskan menjadi jalan tol reformasi Makassar. (aks/ald)

error: Content is protected !!