Kepala Dinas PPPA Dalduk KB Sulsel Dr Fitriah Zainuddin bersama Ketua DPRD Sulsel dan anggota Kaukus Perempuan Parlemen (KKP) DPRD Sulawesi Selatan, mengadakan Anjangsana ke Rutan Klas 1 Makassar, Jumat (25/9/2020).

MAKASSAR – Kepala Dinas PPPA Dalduk KB Sulsel Dr Fitriah Zainuddin bersama Ketua DPRD Sulsel dan anggota Kaukus Perempuan Parlemen (KKP) DPRD Sulawesi Selatan, mengadakan Anjangsana ke Rutan Klas 1 Makassar, Jumat (25/9/2020).

Kadis DP3A Dalduk KB Sulsel, Dr Fitriah Zainuddin mengaku menyambut baik sinergi yg dibangun antara KPP Sulsel.

“Mengatasi berbagai persoalan terkait perempuan dan anak tentu membutuhkan dukungan dari semua pihak termasuk KKP,Sehingga kami sangat menyambut baik sinergi yang telah dibangun,” ucapnya.

Ia menyebutkan berbagai terobosan dan program akan terus dilakukan dalam meningkatkan kemampuan dan pengetahuan kaum perempuan.

“Berbagai terobosan dan program terus kami lakukan dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan sikap dan hal-hal lain yang mampu meningkatkan peluang dan pemanfaatan potensi yang dimiliki perempuan di dalam masyarakat,” sebutnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A Dalduk KB) Sulsel berharap kedepannya kerjasama akan semakin dipererat dibidang perlindungan perempuan dan anak.

“Kami berharap kedepannya dapat mempererat kerjasama dibidang perlindungan perempuan dan anak,” pintanya.

Kepala Dinas PPPA Dalduk KB Sulsel Dr Fitriah Zainuddin bersama Ketua DPRD Sulsel dan anggota Kaukus Perempuan Parlemen (KKP) DPRD Sulawesi Selatan, mengadakan Anjangsana ke Rutan Klas 1 Makassar, Jumat (25/9/2020).

Sementara itu, Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari menjelaskan, jumlah anggota KKP di DPRD Sulsel sebanyak 24 orang.

“Sebanyak 24 orang anggota KKP di DPRD sulsel berkomitmen membawa harapan masa depan perempuan di Sulsel,” jelasnya.

Ia menyebutkan saat ini kolaborasi dengan DP3A Dalduk KB Sulsel sangat baik

“Kami berkolaborasi yang lebih baik dengan DP3A Dalduk KB, dalam menangani semua perempuan di Sulsel,” pungkasnya.

Ketua KPP Sulsel, Rismawati Kadir Nyampa, mengemukakan, Perempuan Parlemen sangat berharap konsentrasi di dalam memperjuangkan kepentingan dan hak-hak perempuan.

Kendati di Sulsel, katanya, masih terjadi kekerasan perempuan, pernikahan dini dan stanting.

“Pemberdayaan ekonomi masyarakat masih mengharapkan perhatian membangun sinergitas dan berkolaborasi antara pemerintah dan legislatif dan seluruh unsur masyarakat,” pungkasnya. (*)