Fitriah Zainuddin
Kepala DP3A Dalduk KB Provinsi Sulsel Dr. Hj. Fitriah Zainuddin, M.Kes mengikuti kegiatan Closing Program Families Firts Save The Children Australia di Sulawesi Selatan, secara virtual, Senin (26/7/2021).

MAKASSAR—Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A Dalduk KB) Provinsi Sulsel Dr. Hj. Fitriah Zainuddin, M.Kes mengikuti kegiatan Closing Program Families Firts Save The Children Australia di Sulawesi Selatan, secara virtual, Senin (26/7/2021).

Kadis DP3A Dalduk KB Sulsel mengatakan, selama 3 tahun terakhir urusan perempuan dan anak merupakan hal wajib semua pihak termasuk bekerja sama dengan pihak Families Firts Save The Children Australia.

“Berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2020 itu sekitar 49,42% adalah perempuan, tentunya ini merupakan jumlah yang sangat besar, Kemudian 31,06% merupakan anak-anak. Kelompok perempuan dan anak merupakan kelompok yang rentang menjadi korban, itulah kenapa sangat penting urusan perempuan dan anak kita bersinergi,” ungkapnya.

Ia juga mengaku DP3A Dalduk KB Sulsel menjadi sektor utama dalam mensinergikan antara kasus perempuan dan anak.

“Kedepannya kita akan lebih fokus terhadap kekerasan perempuan dan anak. Sekalipun ada kasus yang telah terjadi, kita akan tetap memberikan pendampingan-pendampingan terhadap korban dan pelaku dengan mensinergikan dengan stekholder terkait, baik dalam sektor pemerintah, non pemerintah, swasta, lembaga, donor dan juga lembaga Universitas atau lembaga Akademisi,” jelasnya.

Lebih jauh Fitriah Zainuddin menuturkan Families Firts Save The Children Australia ini masuk kategori yang bersinergi sebagai donor, pihaknya telah mensupport urusan Perempuan dan Anak khususnya pengasuhan anak dan pengasuhan keluarga secara positif.

“Salah satu program kita kedepan adalah Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) sebagai upaya untuk pengasuhan terhadap keluarga dalam mendidik anak dan ini kita berikan kepada masyarakat secara gratis agar dapat bersinergi dengan baik dan masyarakat tetap merasa terlayani dengan baik,” tuturnya.

Ia menambahkan pelayanan pengaduan dapat dilakukan masyarakat baik secara langsung maupun secara online

“Pelayanan pengaduan ini dapat dilakukan masyarakat secara langsung dan secara online, cara ini kami lakukan agar lebih mudah mengedukasi masyarakat dalam hal cara mendidik anak dengan baik,” tutupnya. (*)