Kadis PMD Sulsel Dorong Digitalisasi Desa
Ashari Fakshirie Radjamilo, Kepala Dinas PMD Sulsel saat dijumpai Mediasulsel.com di kantor PMD Sulsel, Jl. Bonto Langkasa No.7-9, Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Kamis (28/01/2021).

MAKASSAR—Penetapan pengalokasian dana desa di tahun 2021 yang akan fokus pada tiga aspek yakni ketahanan pangan, digitalisasi desa, dan pengembangan perekonomian desa dengan memperkuat program padat karya tunai melalui Bumdes, membuat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sulsel Dr. H. Ashari Fakhsirie Radjamilo, MSi berharap dapat mendorong terwujudnya digitalisasi desa di sejumlah wilayah.

Hal tersebut disampaikan Ashari saat dijumpai Media Sulsel di kantor PMD Sulsel, Jl. Bonto Langkasa No.7-9, Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Kamis (28/01/2021).

Pada kesempatan itu Ashari juga menyatakan bahwa untuk digitalisasi desa, pemerintah akan fokus dalam meningkatkan konektivitas desa dan transformasi ekonomi di pedesaan dengan model digital.

“Jadi saya harap tahun ini desa yang ada di Sulsel dapat menganggarkan di APBD Desanya untuk program digitalisasi desa,” ucap Ashari.

Ia menambahkan bahwa dengan program digitalisasi desa banyak yang hal yang bisa kita dapatkan dari program digitalisasi desa yang dikelola Bumdes, misalnya semua produk yang ada di desa dapat dijual dengan program digitalisasi desa tersebut.

Apalagi lanjut Ashari, Gubernur Sulsel saat ini fokus dalam pergerakan roda perekonomian masyarakat desa dengan memanfaatkan potensi Bumdes yang ada melalui digitalisasi desa.

“Ekonomi desa harus mendapatkan manfaat dari perkembangan ekonomi digital. Salah satunya melalui mendorong produk yang diproduksi di desa bisa bersaing dan dapat dipasarkan melalui program digitalisasi desa,” imbuh Ashari.

Lebih lanjut menurut Ashari, dana desa merupakan kebijakan pengalokasian anggaran untuk mendorong pembangunan dan mempercepat roda perekonomian di pedesaan, sehingga kebijakan pengalokasian dana desa juga mempertimbangkan karakteristik desa dan kinerja desa. Misalkan, difokuskan pada penguatan pengembangan usaha pertanian, perikanan, dan peternakan.

“Keberhasilan di desa bisa mengembangkan produk dalam negeri dan bisa bersaing dengan produk dari luar adalah kemudahan akses internet. Untuk mencapai itu, pemerintah harus mampu meningkatkan akses internet hingga ke desa dan meningkatkan kapasitas produksi desa agar dapat bersaing serta mendorong pemanfaatan produk desa untuk kebutuhan nasional,” pungkasnya. (*)