MAKASSAR – Program Tanah Obyek Reformasi Agraria (TORA) yang di gulirkan kementrian lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK),telah dirasakan mamfaatnya oleh masyarakat sulsel,Khususnya daerah yang masuk program TORA.

Plt Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel, Faisal mengatakan, program TORA mempunyai mamfaat yang sangat besar diantaranya masalah konflik penguasaan tanah khususnya yang terkait dengan kawasan hutan sudah bisa diminimalisir.

“Sekarang masyarakat sangat merasakan mamfaat TORA,karena dengan adanya legalitas, masyarakat dapat berusaha dengan tenang yang pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” Ungkap Faisal.

Faisal menyebutkan,TORA ini membuat masalah konflik penguasaan tanah khususnya yang terkait dengan kawasan hutan sudah bisa diminimalisir.

“Masalah konflik penguasaan tanah dengan kawasan hutan sudah bisa diminimalisir bahkan secara perlahan tidak terjadi lagi,”Tegas Faisal.

Sebagai informasi pada tahun 2018 lalu sudah 6 daerah Yang menjadi TORA yaitu
maros,barru,wajo,toraja utara,luwu dan enrekang,dengan luas kurang lebih 27 ribu hektar.Daerah yang masuk dalam TORA akan terus bertambah. [*]