Kapus Sapuka, 22 Tahun sebagai Tenaga Kesehatan di Pulau Pangkep

Kapus Sapuka, 22 Tahun sebagai Tenaga Kesehatan di Pulau Pangkep
Hj. Surianti Sattuang, Kepala Puskesmas (Kapus) Kecamatan Sapuka, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulsel.

PANGKEP—Kepala Puskesmas (Kapus) Kecamatan Sapuka Hj. Surianti Sattuang menuturkan jika memang wilayah kesehatan tempat tugasnya butuh banyak dukungan, baik dari pemerintah maupun masyarakat.

“Pulau Sapuka ini, pulau terluar butuh 30 an jam untuk sampai ke sana,” katanya.

Surianti menambahkan, jika persoalan minimnya alat kesehatan mungkin saja minim, karena Puskesmas keterbatasan alat.

“Iya, mungkin saja minim pak, misalnya alat operasi yang butuh alat lengkap,” katanya, Rabu, (11/01/2023).

Ia menambahkan, dirinya telah menjadi tenaga kesehatan dan melayani masyarakat pulau sudah 22 tahun. Dan memulai sebagai tenaga kesehatan tahun 2000 lalu. “Sudah cukup lama pak, berbaur dan mengenal masyarakat pulau,” imbuhnya.

Dia menceritakan, terkadang dalam sebulan merujuk pasien 3 sampai 5 masyarakat, ada yang akibat kena stroke, TB, persalinan, dan penyakit nafas.

Berita Lainnya

“Biasanya, kami rujuk ke Makassar, Lombok, Sumbawa, dengan menggunakan kapal nelayan atau pelni,” ujarnya.

Surianti menuturkan, jika Puskesmas tempat dirinya bekerja, masih membutuhkan bantuan penambahan tenaga medis dan prasarana.

Hal itu karena Puskesmasnya berada di pulau terluar, dengan 15 pulau-pulau yang harus dilayani dengan jarak tempuh 2 sampai 8 jam, dan cuaca terkadang menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan proses pelayanan harus lamban.

“Selain, tambahan tenaga kesehatan, kami juga sangat membutuhkan bantuan tenaga listrik,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang pasien yang telah ditangani Puskesmas Sapuka meninggal dunia saat ingin dirujuk ke Makassar, pasien mengalami sakit sesak nafas dan hipertensi.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Pangkep Budiamin, berharap kedepannya pemerintah kabupaten, lebih memaksimalkan lagi penyediaan stok-stok yang dibutuhkan di pulau terutama obat-obat.

Lihat Juga:  MYL Salurkan Bantuan PKH Tahap 3 di Desa Kabba, Pangkep

Kepala Camat Liukang Tangaya Lukman Murtala mengatakan, jika pelayanan Puskesmas Sapuka terkait kejadian pasien yang meninggal saat dirujuk sudah maksimal dalam pelayanan.

“Puskesmas ini tidak pernah kosong, selalu terisi tenaga kesehatan yang berjaga, bahkan sekali-kali mereka bergantian untuk ke pulau pulau lainnya, yang msh di wilayah Sapuka,” tegasnya. (w4l)

Berita terkait