KDS Tetap Eksis Beroperasi 24 Jam
Keberadaan Klinik Pratama dr. Didik Sulasmono (KDS), yang terletak di Jl. Ali Sakti No. 06 Dusun Sidorejo RT 01 RW 01 Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, tetap eksis dan terus buka 24 jam setiap hari seperti biasa.

BANYUWANGI—Pasca berpulangnya dr. Didik Sulasmono menghadap Illahi beberapa bulan lalu, keberadaan Klinik Pratama dr. Didik Sulasmono (KDS), yang terletak di Jl. Ali Sakti No. 06 Dusun Sidorejo RT 01 RW 01 Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, tetap eksis dan terus buka 24 jam setiap hari seperti biasa.

Namun posisi penanggung jawab KDS yang sebelumnya diemban almarhum dr.Didik, kini beralih kepada sang istri, Diah Fitrianingsih, S.Ag. Amd.Keb. Dan semua program rutin KDS, baik pelayanan di klinik, bahkan pengobatan gratis, donor darah, termasuk aksi kemanusiaan lainnya yang selama ini menjadi visi misi almarhum dr. Didik tetap dijalankan dan berkesinambungan.

Salah satu program yang masih secara kontinyu dilaksanakan adalah penyelenggaraan program layanan penyakit kronis (Prolanis), yang sudah digelar sejak 7 tahun lalu, sebelum KDS berdiri. Dalam hal ini, KDS bersinergi dengan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Banyuwangi.

Menurut Diah Fitrianingsih, program layanan penyakit kronis tersebut pesertanya meliputi semua peserta BPJS kesehatan yang terskrining dengan penyakit hipertensi dan diabetes mellitus. Sedangkan yang mengikuti adalah semua peserta BPJS kesehatan Klinik dr. Didik Sulasmono, dengan penyakit hipertensi dan diabet berusia 35 hingga 70 tahun.

“Kita laksanakan setiap bulan dan dibagi menjadi 2 kelompok besar. Yaitu kelompok penyakit diabetes mellitus atau kencing manis, dan kelompok hipertensi atau darah tinggi. Program ini meliputi skrining kesehatan dan pemeriksaan berupa cek Laboratory HBA 1c,” papar Diah, panggilan akrab bidan asal Kota Malang ini.

Lanjut Diah, bentuk kegiatan diantaranya senam, penyuluhan kesehatan, pembagian makanan sehat, pemberian obat dan pemeriksaan serta cek Laboratory HBA 1 c. Semua pembiayaan ditanggung oleh BPJS kesehatan dan dilaksanakan dengan sepenuh hati oleh KDS.

“Prolanis ini kita gelar setiap bulan sekali, dan peserta kegiatan ini tidak dipungut biaya. Karena program ini sudah menjadi agenda rutin BPJS Kesehatan dan FKTP. dan ini diaplikasikan oleh KDS. Dimana program prolanis ini sudah mencapai 284 pesertanya,” beber Diah.

Dalam kesempatan tersebut, Diah menghimbau kepada penderita diabet dan hipertensi agar memanfaatkan keanggotaan BPJS Kesehatannya untuk bisa mengikuti program di KDS.

“Program ini memberikan dampak yang baik bagi perbaikan kondisi kesehatan peserta diabet dan.hipertensi yang selalu membutuhkan obat secara simultan,” tutupnya. (H4k/464Ys)