Kabappelitbangda Sulsel Bantah Kas Daerah Kosong
Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi Sulsel, Junaedi membantah Kas keuangan daerah kosong sehingga tidak bisa membayar rekanan yang mengerjakan proyek fisik maupun pengadaan barang di Pemerintah Provinsi Sulsel.

MAKASSAR—Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan penelitian dan pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi Sulsel Junaedi menyebut bahwa terdapat sejumlah rekanan yang menggarap proyek fisik maupun pengadaan di lingkup Pemprov memiliki kualitas yang buruk dalam pengerjaannya.

Junaedi mengaku hal tersebut berdasarkan laporan dari dinas pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemprov Sulsel. Namun secara detail Junaedi mengaku tidak mengetahuinya.

“Laporan dari dinas PU ada (ada pengerjaan proyek yang buruk). Saya tidak tau detailnya, tapi ada seperti itu (kualitas yang buruk),” kata Junaedi, Rabu (13/1/2021).

Diketahui, sejumlah rekanan mengeluhkan sikap Pemprov Sulsel yang hingga saat ini belum menyelesaikan pembayaran terhadap kontraktor yang menggarap fisik maupun pengadaan. Padahal tanggungjawab pekerjaan telah diselesaikan pada awal Desember 2020.

Junaedi mengaku memang sebelum pembayaran dilakukan terhadap rekanan yang menggarap proyek, terdapat tim untuk melihat kualitas pengerjaan proyek.

Hal tersebut dianggap perlu agar hasil dari pengerjaan proyek sesuai dengan standar yang telah dibicarakan sebelumnya.

“Iye, Itu sdh standarnya, masa tidak dilihat (kualitasnya),” ungkap Junaedi.

Terkait Rekanan yang Menggarap Proyek dengan kualitas yang buruk kata Junaedi, akan dibicarakan nantinya dengan pihak yang terkait (inspektorat Sulsel).

“Kita tunggu hasil pemeriksaaan inspektorat,” pungkasnya. (*)