Advertisement - Scroll ke atas
  • Iduladha 1445 H
  • Kalla Group
  • Bapenda Makassar
  • Pemkot Makassar
  • Pemkot Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
EkonomiEventMakassar

Komunitas dan Penggiat UMKM Semarakkan Hari Nasional UMKM Di Makassar

425
×

Komunitas dan Penggiat UMKM Semarakkan Hari Nasional UMKM Di Makassar

Sebarkan artikel ini
  • Pemprov Sulsel
  • PDAM Kota Makassar
  • Banner DPRD Makassar

MAKASSAR – Peringatan hari UMKM dideklarasikan di Yogyakarta pada Kongres Nasional UMKM tanggal 25-26 Juni 2016. Deklarasi hari UMKM melengkapi hari peringatan untuk gerakan Koperasi pada 12 Juli dan UMKM pada 12 Agustus, sebagai sarana untuk merawat dan membesarkan semangat ekonomi kerakyatan. Hari UMKM mengambil momentum kelahiran Bapak Bangsa Dr. Drs. H. Mohammad Hatta sebagai pejuang, negarawan, ekonom, dan juga Wapres pertama RI sebagai peletak dasar ekonomi Kerakyatan, dilahirkan pada tanggal 12 Agustus 1902 di Bukittinggi.

Peringatan hari UMKM dimaksudkan agar lebih membangun eksistensi dan kinerja UMKM, yang akan menjadi focal event atau focal point berbagai kegiatan pengembangan UMKM. Hari UMKM adalah HARI KERJA, hari peringatan meneguhkan semangat kerja kewirausahaan, semangat kerja membangun ekonomi kerakyatan dan membangun kebanggaan dan rasa percaya diri UMKM.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Dalam rangka semarak Hari UMKM tahun 2017 di kota Makassar, komunitas dan penggerak UMKM menggelar serangkaan kegiatan yang merupakan salah satu sarana untuk mempercepat pengembangan UMKM dengan model kerjasama multipihak yang terdiri dari Pemerintah, Swasta, Akademisi, Komunitas, NGO dan Media.

Kegiatan ini bertujuan sebagai sarana pengembangan UMKM dan pertumbuhan bisnis dengan melalui kerjasama multipihak yang dibangun atas dasar kebutuhan bersama yang saling menguntungkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, produktivitas dan daya saing Sulawesi Selatan.

Ketua Forum Komunikasi UMKM Sulawesi (Formasi), Bahrul ulum mengatakan, dengan adanya Hari Nasional UMKM diharapkan akan memperteguh posisi UMKM sebagai penggerak ekonomi kerakyatan, meningkatkan produktivitas dan daya saing dengan kerja, kerja, dan kerja, membangun kebanggaan dan rasa percaya diri UMKM sebagai pelaku penting perekonomian nasional.

“Selain itu, mendorong pemerintah dan semua pemangku kepentingan untuk kembali ke JALAN LURUS yang telah digariskan Bapak Pendiri bangsa dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kerakyatan serta enciptakan iklim kondusif bagi tumbuh kembangnya UMKM,” tambah Bahrul yang juga sekretaris ABDSI Sulsel.

Dalam rangka semarak hari UMKM tahun 2017, asosiasi dan penggerak UMKM di Makassar akan menggelar serangkaian kegiatan diantaranya.

  1. Sales Competition antar komunitas UMKM yang dilaksanakan sepanjang Bulan Agustus 2017, ajang menumbuhkan jiwa dan karakter kewirausahaan melalui lomba menjual.
  2. Pelatihan Aplikasi keuangan SIAPIK yang dikeluarkan Bank Indonesia. Kegiatan ditujukan kepada pelaku UMKM, dilaksanakan di kantor Pinbuk Sulsel pada tanggal 11 Agustus 2017 .
  3. Entrepreneur Club dengan tema “UMKM Kuat, Bangsa Berdaulat” sebagai acara puncak hari UMKM tanggal 12 Agustus 2017 di gedung PLUT KUMKM Sulsel .
  4. Coaching Session & Workshop Branding bagi pelaku UMKM, dilaksanakan pada tanggal 13 Agustus 2017 di POSKO UMKM, Jl. Perintis Kemerdekaan.
  5. Ngopi Bareng + Bincang Bisnis AKUMANDIRI, 14 Agustus 2017 Warkop APAKABAR, Jalan Monumen Emmy Saelan Makassar.
  6. Coaching Business & Marketing Session, bersama UPKB Unhas, 14-16 Agustus 2017
  7. FGD “Model Pemberdayaan UMKM” bersama ABDSI Sulsel, 15 Agustus 2017 di UKM Center Kantor Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Jalan AP.Pettarani Makassar.

Ketua panitia semarak hari UMKM, Muthma Inna Bahri mengatakan, Tema hari UMKM 2017 adalah “UMKM Kuat, Bangsa Berdaulat”.

“Dengan menguatkan UMKM berarti mewujudkan kedaulatan bangsa, terutama membagun kedaulatan ekonomi, bukan kedaulatan yang penuh dengan angka-angka statistik yang mengembirakan, tapi faktanya ekonomi hanya dikuasai segelintir pemodal atau pengusaha kapitalis yang mematikan perekonomian rakyat banyak”, Tutur Muthma Inna. [*/4ld]

error: Content is protected !!