Advertisement - Scroll ke atas
  • Bapenda Makassar
  • Pemkot Makassar
  • Pemkot Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Stunting
Kriminal

Nama Bupati Maros Dicatut, Pelaku Minta Rp10 juta

279
×

Nama Bupati Maros Dicatut, Pelaku Minta Rp10 juta

Sebarkan artikel ini
Hatta Rahman, Bantah jadi Tersangka Korupsi Lampu Jalan
  • Pilkada Sulsel (KPU Sulsel)
  • Pemprov Sulsel
  • PDAM Kota Makassar
  • Banner DPRD Makassar

MEDIASULSEL.com – Modus penipuan kembali terjadi, para pelaku tidak tangung-tangung menggunakan segala cara dalam melancarkan aksinya. Kali ini, pelaku penipuan mencatut nama Bupati Maros, Hatta Rahman oleh seorang penipu melalui ponsel, dengan meminta uang sebesar Rp10 juta, dana itu digunakan dengan dalih untuk peringatan acara Maulid Nabi Muhammad SAW.

Seperti yang lansir Kasubag Humas Polres Maros AKP Asgar mengatakan, seorang karyawan swasta di Maros bernama Richard Marty Todar, melaporkan telah menjadi korban penipuan tersebut

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

“Kami minta supaya warga untuk tidak percaya, bila ada oknum yang mengaku meminta uang melalui ponsel dengan mengatasnamakan bupati Maros. Korbannya sudah ada yang melapor, Kamis kemarin,” jelas AKP Asgar, Jumat (13/1/2017.

Kasus penipuan berawal, saat itu korban mendapat telepon dari seseorang dengan nomor ponsel 082312345759 yang mengaku sebagai bupati Maros. Kejadian tersebut terjadi pada Rabu 11 Januari 2017 sekitar pukul 17.00 wita.

Saat ditelepon pelaku meminta dana partisipasi dari perusahaan tempati korban bekerja. Dana itu digunakan untuk memperingati maulid dirumah jabatan. “Pelaku menelpon korban dan minta dana. Kata pelaku, Maulid ini digelar hari Jumat ini. Saat itu pelaku setuju dan meminta waktu untuk berkoordinasi dengan pimpinannya,” katanya.

Pada hari Kamis (12/1/2017) sekitar pukul 8.30 wita, pelapor menelpon pelaku lalu menyampaikan, permintaan dana sudah disetujui. Rencananya, pelapor akan mengantar langsung ke kantor Bupati. Namun pelaku meminta supaya ditransfer saja ke nomor rekeningnya atas nama Heni Hastuti.

“Pelaku beralasan, pemilik rekening sudah ada di pasar sentral untuk berbelanja kebutuhan. Korban setuju dan langsung transfer,” ungkapnya.

Setelah selesai mentransfer korban langsung menghubungi pelaku dan menyampaikan, jika dananya sudah ditransfer. Tak lama berselang, pelaku kembali menelpon untuk meminta dana tambahan karena dana yang sudah ditransfer masih kurang.

Saat itulah, korban mulai curiga dan meminta kepada stafnya untuk menghubungi Ajudan Bupati Maros dan mengkonfirmasikan permintaan dana tersebut. Namun, permintaan tersebut dibantah,” tuturnya. (*)

  • DPPKB Kota Makassar
error: Content is protected !!