PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Tambak Warga Ditimbun untuk Akses Pelabuhan Tonra, Ganti Rugi DipertanyakanMakassar Perkuat Kemitraan dengan Enrekang untuk Jaga Pasokan Pangan dan Stabilkan HargaBangunan Diduga Langgar GSB, Distaru Tegaskan Ada PelanggaranDari Keripik Tempe hingga Sapu Rayung, 7 UMK Indonesia Serbu Pasar ChinaYusril Irhaz Doakan Bro Rivai di Usia 59, Sukses Pimpin PTPN IKPK Bongkar Jejak Rp106,3 Miliar, Aliran Dana Diduga Mengarah ke Lingkaran NusronPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Tambak Warga Ditimbun untuk Akses Pelabuhan Tonra, Ganti Rugi DipertanyakanMakassar Perkuat Kemitraan dengan Enrekang untuk Jaga Pasokan Pangan dan Stabilkan HargaBangunan Diduga Langgar GSB, Distaru Tegaskan Ada PelanggaranDari Keripik Tempe hingga Sapu Rayung, 7 UMK Indonesia Serbu Pasar ChinaYusril Irhaz Doakan Bro Rivai di Usia 59, Sukses Pimpin PTPN IKPK Bongkar Jejak Rp106,3 Miliar, Aliran Dana Diduga Mengarah ke Lingkaran Nusron
Makassar

Oknum Guru P3K SMAN 12 Makassar Diduga Kuat Lakukan Kekerasan Psikis

3375
×

Oknum Guru P3K SMAN 12 Makassar Diduga Kuat Lakukan Kekerasan Psikis

Sebarkan artikel ini
Kekerasan Psikis
Ilustrasi

MAKASSAR—Seorang oknum Guru P3K SMAN 12 Makassar berinisial R, diduga kuat melakukan kekerasan psikis terhadap salah seorang siswinya inisial N yang masih duduk di kelas IX IPA belum lama ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Mediasulsel.com dari keluarga korban, saat ini korban menjadi enggan sekolah, bahkan merasa ketakutan jika disuruh pergi sekolah.

Menurut Ibu korban, anaknya tersebut selain diumpat dengan kata-kata kasar juga sempat dicoret namanya dari daftar hadir oleh guru berinisial R.

Bahkan, lanjut Ibu Korban, menurut pengakuan korban, sebelumnya korban juga pernah dua kali dicubit dan satu kali diinjak kakinya.

“Selama ini anak saya tidak pernah melaporkan perlakuan kasar Gurunya tersebut, baru ketika secara psikis dia terguncang akibat namanya dicoret di daftar hadir, dia baru bercerita kepada saya,” tutur ibu korban.

Sekaitan dengan hal tersebut, Mediasulselcom, Rabu (22/2) mengklarifikasi langsung kepada pihak Sekolah di Kelurahan Antang Kecamatan Manggala tersebut dan diterima langsung oleh Wakil Kepala Sekolah yang juga sebagai Humkas di Sekolah tersebut, Ketut.

Ketut mengaku mendengar ada kejadian tersebut, bahkan ia menilai hal itu merupakan tindakan berbahaya yang bisa mengakibatkan trauma pada si anak.

Menurut Ketut, dirinya mendapat kabar dari operator sekolah yang merupakan keluarga korban N, bahkan lanjut Ketut yang dia dengar N diancam namanya akan dicoret, sehingga siswi tersebut trauma dan saat ini dirawat psikiater.

“Operator kami Pak Rusdi itu keluarga Si N, jadi kami minta untuk memediasi kejadian tersebut. Hanya karena kesibukan kami belum mengetahui kelanjutan cerita tersebut,” tambah Ketut.

Lebih lanjut Ketut menegaskan, bahwa akan segera mengadakan rapat dengan kepala sekolah bersama Guru dan Operator Rusdi untuk mengetahui bagaimana Sekolah menyikapi.

“Sebentar kami akan mengadakan rapat bersama Kepala Sekolah, Guru dan Operator Rusdi. Apalagi ini sudah masuk konsumsi publik, saya berharap semoga masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan kami akan mencoba memediasi lebih dalam kejadiannya,” tutup Ketut.

Sementara itu, Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar, Muslimin Hasbullah, saat diminta tanggapannya terkait hal itu menegaskan, bahwa semua bentuk kekerasan tidak boleh ditolelir.

“Semua bentuk kekerasan tidak boleh ditolerir. Silahkan melapor resmi dan kami pasti akan menindaklanjuti kasus ini,” ujar Muslimin melalui sambungan WhatsApp. (70n)

SMAN 12 Makassar
Siswa-siswi SMAN 12 Makassar dalam sebuah kegiatan di lapangan upacara sekolah. (Foto: laman Facebook SMAN 12 Makassar)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com