Advertisement - Scroll ke atas
  • Pemkot Makassar
  • Pemkot Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
News

Panglima TNI Siapkan Prajurit Bantu Polri Amankan Pilkada Serentak 2017

300
×

Panglima TNI Siapkan Prajurit Bantu Polri Amankan Pilkada Serentak 2017

Sebarkan artikel ini
  • Pemprov Sulsel
  • PDAM Kota Makassar
  • Banner DPRD Makassar

MEDIASULSEL.com,- Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa TNI sudah siap dan akan mengerahkan prajuritnya sesuai dengan kebutuhan yang diminta dari pihak Polri dalam rangka mengamankan jalannya Pilkada serentak di wilayah Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI saat menjawab pertanyaan awak media usai mengikuti Rapat Terbatas bersama Menhan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi dan Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dengan anggota Komisi I DPR RI, di Ruang Rapat Komisi I DPR RI, Jakarta Selatan, Senin (6/2/2017).

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

“Kami (TNI) akan selalu siap membantu dan memenuhi apa yang diminta oleh pihak Polri, dan saya tidak bisa menyebutkan jumlah Prajurit TNI yang akan dilibatkan untuk melaksanakan pengamanan Pilkada serentak tahun 2017 di wilayah Indonesia,” kata Panglima TNI seperti yang dirilis Puspen TNI.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa, Polri sudah memetakan daerah DKI Jakarta, Nanggro Aceh Darussalam termasuk daerah rawan, sedangkan untuk daerah lain masih dalam pengamatan.

Lihat Juga:  Helikopter MI-17 Bawa 12 Orang Hilang Kontak di Oksibil, Jayapura

“Saya belum bisa mengatakan kalau daerah itu rawan atau tidak, karena Pemilihan Kepala Daerah adalah pesta Demokrasi, makanya semua orang berpesta,” ujarnya.

Sementara itu, terkait pertanyaan awak media tentang pengadaan pesawat Helikopter Agus Westland (AW) 101, Panglima TNI menjelaskan bahwa cara pembelian ataupun pengadaan Helikopter AW haruslah sesuai prosedur, kemudian apakah Helikopter AW 101 itu benar-benar baru atau bekas, dan TNI telah mengirimkan tim investigasi untuk mencari tahu tentang hal tersebut.

Lihat Juga:  KPK Tetapkan Setya Novanto Tersangka Lagi

“Agar tidak ada kecelakaan lagi, bapak Presiden Joko Widodo telah memberikan instruksi kepada TNI dalam pengadaan Alutsista, khususnya pesawat udara harus yang baru jangan yang bekas, dan jangan lagi mau menerima barang hibah,” tambah Panglima.

Terkait korupsi di lingkungan TNI, Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa tahun ini, TNI telah melakukan bersih-bersih internal terkait kasus korupsi bahkan TNI telah bekerja sama dengan KPK untuk melakukan pembersihan tersebut.

Lihat Juga:  Bupati Adnan Resmi Jabat Sekjen APKASI 2021-2026

Dalam Rapat Terbatas tersebut hadir pula, Asrenum Panglima TNI Laksda TNI Siwi Sukma Adji, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto, Aslog Panglima TNI Marsda TNI Nugroho Prang Sumadi dan Wakapuspen TNI Laksma TNI Abdul Rasyid K. (*)

error: Content is protected !!