PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Karhutla Parepare Tembus 257 Kasus, Lima Hektare Lahan Terbakar dalam SemalamJorge Martin Kembali Geser Marquez di Puncak Klasemen Sementara GP 2026Kijang Kapsul Masih Diburu di Makassar, Harga Bekas Bisa Tembus Rp100 JutaJalan Mawas Disterilkan Total Usai Penikaman Ojol, Parkir Resmi dan Liar DilarangCing Cangkeling, Cerita Kopi Keluarga dari Mandalagiri ke Cangkir Penikmat KopiRaih Penghargaan Pengelolaan Sampah, Sidrap Diganjar Bantuan Rp1 MiliarPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Karhutla Parepare Tembus 257 Kasus, Lima Hektare Lahan Terbakar dalam SemalamJorge Martin Kembali Geser Marquez di Puncak Klasemen Sementara GP 2026Kijang Kapsul Masih Diburu di Makassar, Harga Bekas Bisa Tembus Rp100 JutaJalan Mawas Disterilkan Total Usai Penikaman Ojol, Parkir Resmi dan Liar DilarangCing Cangkeling, Cerita Kopi Keluarga dari Mandalagiri ke Cangkir Penikmat KopiRaih Penghargaan Pengelolaan Sampah, Sidrap Diganjar Bantuan Rp1 Miliar
Daerah

Pemulung Laut, Melaut Bukan Untuk Mencari Ikan

576
×

Pemulung Laut, Melaut Bukan Untuk Mencari Ikan

Sebarkan artikel ini

MEDIASULSEL.com – Melaut pada umumnya merupakan sebuah aktifitas yang dilakukan oleh nelayan untuk mencari Ikan, tapi tidak demikian halnya dengan yang dilakukan oleh bapak satu orang anak yang tinggal di Desa Waritassi, Kecamatan Supa, Kabupaten Pinrang ini.

Semenjak penyakit reumatik mulai menggerogotinya dalam beberapa tahun terkahir ini, Nanrang (62) tidak lagi sanggup mencari ikan di malam hari yang sebelumnya dia geluti semenjak muda, namun kebutuhan hidup yang harus dipenuhinya, tak membuatnya patah arang dan memilih beraktifitas di siang hari.

Dengan beraktifitas di siang hari, tak mungkin dilakoni penduduk asli kawasan bibir pantai Ujunglero ini, untuk dapat memperoleh ikan dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya, sehingga Nanrang lebih memilih memungut sampah-sampah botol plastik yang banyak berserakan di pinggir-pinggir laut Parepare dan sekitarnya.

Pemulung Laut, Melaut Bukan Untuk Mencari Ikan“Mau diapa lagi, sejak kena reumatik saya tidak sanggup melaut malam hari, jadi saya pergi ke laut siang hari, ya hanya cari sampah-sampah plastic saja, karena kalo cari ikan siang hari susah dan tidak cukup untuk hidupi keluarga,” ungkap Nanrang saat ditemui Media Sulsel di rumahnya.

Setiap hari kecuali hari Jum’at, dimulai dari jam 7 pagi hingga jam 11.30 siang, Nanrang biasanya berhasil mengumpulkan botol-botol dan gelas-gelas plastik sebanyak 7 karung atau sekitar 40 Kg, sesuai kapasistas kapal katinting yang dia miliki.

Setelah beberapa hari terkumpul, biasanya pembeli akan datang dan membayarnya langsung di rumah Nanrang dengan harga Rp2.000 per kilonya, yang artinya dalam satu bulan Nanrang dapat mengumpulkan penghasilan menghampiri Rp1 juta setelah dipotong biaya-biaya.

“Dulu enak, saya rata-rata sehari dapat 8 karung kalau ditimbang sekitar 40 Kg, dan dibeli pembeli yang datang Rp2.000 per kg, tapi beberapa bulan terakhir ini hanya dibeli Rp1.000 per kg perhari, padahal sehari saya butuh bensin dua botol yang saya beli di sini harganya Rp8.500 perbotol,” terang Nanrang.

Pemulung Laut, Melaut Bukan Untuk Mencari IkanSemenjak turun harga, guna memaksimalkan hasil, Nanrang memilih untuk tidak lagi melaut, namun dia bersama istrinya hanya mengumpulkan sampah-sampah plastik yang ada di bibir pantai sekitar rumahnya, meski hasilnya tidak sebanyak dengan melaut, namun menurut Nanrang itu lebih menguntungkan dibandingkan dengan harus mencari sampah dengan menggunakan kapal katintingnya.

“Sejak turun harga, apalagi mesin kapal saya mulai rusak-rusak, sesekali saja saya melaut, saya dengan istri lebih memilih nyari plastik di sekitar sini saja (pantai depan rumahnya:red), sehari biasanya hanya dapat 5 karung kira-kira 25 Kg saja, tapi saya tidak butuh lagi beli bensin, jadi lumayanlah untuk kebutuhan sehari-hari, sekalian bersih-bersih depan rumah,” ungkap Nanrang sambil tersenyum. (464YS)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com