Tol Layang Pettarani
Tol Layang Pettarani, Makassar. (Foto: Ist)

MAKASSAR – Pengerjaan tol layang di Jalan Pettarani tak sesuai harapan. Progresnya berjalan lamban. Hingga saat ini progresnya masih berada di angka 58 persen.

Padahal waktu yang tersisa hanya enam bulan saja. Juli nanti, proyek ini sudah harus selesai. “Seperti itu kesepakatan kontraknya,” kata Direktur PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) Anwar Toha, Selasa (28/1/2020).

Anwar Toha mengaku sedikit pesimis proyek itu bisa rampung tepat waktu. Namun, jika tak kunjung selesai, akan dievaluasi. Sebelumnya, pihaknya sudah mengajukan penambahan waktu selama enam bulan.

“Perpanjangan waktu pengerjaan itu kan sampai bulan Juli 2020, artinya sisa enam bulan dan progresnya itu saat sudah 58 persen. Kita lihat masih on progres,” tambahnya.

Kata Anwar, salah satu kendala karena cuaca. Hujan deras yang melanda Kota Makassar beberapa waktu lalu membuat pekerja hanya beroperasi kadang setengah hari saja.

Belum lagi, sebut Anwar, puncak musim hujan diprediksi baru akan terjadi pada bulan Februari dan Maret nanti.

“Kendala kita memang adalah musim hujan. Kalau hujannya deras, kita berhenti dulu. Karena kita juga punya peralatan elektronik, alat itu yang mesti dijaga. Tapi kalau tidak begitu deras, kita tetap lanjut,” ujarnya.

Namun, Anwar mengaku kontraktor dalam hal ini PT Wika Beton sudah berjanji untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan target.

Meskipun demikian sambungnya, pihaknya akan melakukan evaluasi. Setiap akhir pekan juga pihaknya melakukan meeting dengan kontraktor untuk mendorong percepatan pengerjaan.

“Begitu yang dijanjikan kontraktornya. Jika tidak sesuai target, ya nanti kita evaluasi. Kita manfaatkan sisa enam bulan ini,” ucap Anwar.

Sebelumnya, Projects Maneger PT Wijaya Karya Beton Tbk, Didi Rustadi mengatakan tol yang dikerjakan sejak tanggal 2 April 2018 hingga 17 September 2019 ini ditargetkan akan rampung Februari 2020

Tetapi terhambat karena adanya pemindahan pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Pengerjaan pun molor.

“Pekerjaan kami targetkan bulan Februari 2020, tapi terlambat karena ada galian pipa ari PDAM. Cukup lama molor,” kata Didi Rustadi.

Secara total tak ada lagi proses penggalian yang dilakukan baik pada main land maupun pada on ramp track. Saat ini pengerjaan sudah memasuki tahap pemasangan box grider.

Nantinya rekayasa lalu lintas akan kembali diberlakukan di beberapa titik di Jalan Pettarani. Termasuk untuk jembatan penyeberangan orang (JPO) yang berada tepat di depan Ramayana Pettarani Square.

“Kami sementara minta ke Balai Besar dan Pemkot agar JPO dibongkar kan kena itu. Balai juga sudah bilang memang harus dibongkar,” pungkasnya. (*)