Serah terima 100 unit hunian sementara (Huntara) kepada penyintas gempa Palu.

PALU, SULTENG – Sebanyak 100 unit hunian sementara (Huntara) diserahkan kepada penyintas gempa Palu. Bertempat di Balai Desa Marana, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Sekalipun sudah satu tahun lebih pasca bencana, masih banyak penyintas masih belum memiliki hunian yang layak. Paling banyak diketahui, mereka menghuni bekas rumah mereka yang rubuh, Rabu (26/2/2020).

“Beberapa penyintas masih banyak yang belum memiliki hunian yang layak, beberapa diantaranya menghuni bagian rumah mereka yang tak ikut rubuh akibat bencana,” terang Lukman, selaku Koordinator Progam Rekontruksi Palu.

100 unit rumah pun diserahkan kepada mereka yang berhak di Desa Sedia. Bekerjasama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) dan NGO lainnya, Dompet Dhuafa melengkapi intervensi sejak pertama kali masa respon.

“Dompet Dhuafa telah hadir di palu sejak masa respon. Kita ikut serta dalam recovery meliputi membangun hunian, klinik hingga sekolah. Alhamdulillah hari ini kita bisa menyerahkan 100 hunian sementara yang masih bisa ditumbuhkan oleh penghuninya,” terang Guntur Subagja Mahardika, Chief Communication Officer Dompet Dhuafa.

Berbeda dengan hunian sementara yang biasa. Huntara garapan Dompet Dhuafa kali ini berkonsep rumah tumbuh.

Berpondasi batu, seperti halnya rumah tetap, penghuni bisa leluasa memodifikasi dan memperluas rumah tersebut, sembari membangun kembali kehidupannya.

Terlebih Huntara dibangun di tanah bekas rumah mereka yang ambruk, sehingga menjadi kepemilikan penyintas sepenuhnya.

“Terimakasih banyak saya ucapkan kepada Dompet Dhuafa, akhirnya saya bisa punya rumah layak lagi, dan nyaman,” aku Hasna (30), salah satu penerima manfaat, yang setahun belakangan hanya menghuni bekas dapur dan kamar mandi rumahnya. (*/shar)