Peringati HUT ke-43, FKPPI Tunjukkan Peran Aktif di Masyarakat
FKPPI genap berusia 43 tahun pada 12 September 2021. Di usia yang sudah cukup matang, FKPPI mampu menunjukkan eksistensinya dengan berperan lebih aktif dan mandiri dalam membangun bangsa dan negara, untuk mewujudkan negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

MAKASSAR—Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI Polri Indonesia (FKPPI) genap berusia 43 tahun hari ini, 12 September 2021. Di usia yang sudah cukup matang, FKPPI mampu menunjukkan eksistensinya dengan berperan lebih aktif dan mandiri dalam membangun bangsa dan negara, untuk mewujudkan negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Plt PD XIX FKPPI Sulsel, Suwandi Mahendra, mengatakan, FKPPI adalah bagian dari bangsa ini, yang memang harus berperan aktif dalam membangun bangsa ini, termasuk di era pandemi Covid-19 saat ini. FKPPI melalui Satgas Penanganan Covid-19, turun membagi-bagikan sembako kepada masyarakat yang kurang mampu, hingga membagikan peralatan medis untuk membantu penanganan Covid.

“Kami memberikan bantuan berupa oksigen konsentrat, ke rumah sakit dibawah naungan TNI Polri. Rumah Sakit Plamonia 25 unit, Rumah Sakit Bhayangkara 15 unit, dan Rumah Sakit Angkatan Udara 10 unit. Alat ini bisa memproduksi oksigen sendiri, tidak perlu isi ulang,” kata Suwandi, Minggu, 12 September 2021.

Ia mengungkapkan, ke depan FKPPI merancang program untuk membantu anggota yang ada di asrama-asrama polisi dan tentara, agar aktif vaksin. Hingga melakukan pelatihan-pelatihan agar ke depannya mereka bisa lebih mandiri. Melalui organisasi sayap FKPPI, yakni Pengusaha FKPPI, para anggota akan dibina untuk bergerak di berbagai bidang usaha.

“Kader kita di pusat banyak yang jadi pejabat hingga menteri. Kita manfaatkan untuk fasilitasi pelatihan-pelatihan. Akhir Agustus ini misalnya, kita laksanakan pelatihan petani milenial FKPPI,” ungkapnya.

Suwandi menuturkan, secara keseluruhan data anggota FKPPI di Sulsel mencapai 30 ribuan. Namun, untuk memperbaiki pendataan, FKPPI membangun sistem Kartu Tanda Anggota (KTA) elektronik, sehingga bisa diketahui secara persis jumlah anggota FKPPI, termasuk pekerjaannya saat ini.

“Kalau pengurus daerah Sulsel, sudah 1.000 yang mendaftar melalui e-KTA ini,” imbuhnya.

Ke depan, mantan Kepala Dinas Sosial Sulsel ini berharap, FKPPI bisa lebih profesional, mandiri, dan bermartabat, untuk menghadapi era persaingan yang makin ketat.

“Banyak yang bilang FKPPI berubah. Ya memang berubah. Kalau dulu FKPPI dikenal sebagai organisasi yang sangat sensitif, keras sehingga kerap berkelahi, sekarang berubah. Yang berubah bukan karakternya, tapi orientasi berpikirnya. Karakter dasarnya tidak berubah, tetap militan dan keras. Tetapi dalam berperilaku menjalankan organisasi lebih profesional dan mandiri,” tegasnya.

Sekedar diketahui, upacara peringatan HUT FKPPI dilaksanakan di Taman Makan Pahlawan (TKP) Panaikang, yang dilanjutkan dengan ziarah kubur. Selain itu, juga dilaksanakan ramah tamah serta Webinar. (*)