Beranda » Piala Dunia 2018 » Piala Dunia 2018: Perancis Berpesta, Belgia Berduka
Piala Dunia 2018

Piala Dunia 2018: Perancis Berpesta, Belgia Berduka

BOLA: Lagu kebangsaan Perancis La Marseillaise berkumandang, seruan “Kita masuk final” dan hiruk-pikuk suara klakson mobil bercampur suara petasan terdengar di seluruh Kota Paris, Selasa (10/7), saat penduduk ibu kota Perancis merayakan langkah timnas sepak bola negara itu maju ke final Piala Dunia, kantor berita AFP melaporkan.

Sekitar 20 ribu orang berkumpul untuk menyaksikan tim asuhan Didier Deschamps mengalahkan Belgia 1-0 dalam laga semifinal di St. Petersburg melalui layar raksasa yang terpasang di hotel bersejarah, Hotel de Ville atau di balai kota.

Karena tempat-tempat nobar penuh oleh pengunjung, banyak para penggemar sepak bola memanfaatkan setiap ruang kosong di kota itu. Ada yang bertengger di pohon, di atas atap mobil-mobil van, bahkan hingga di tempat-tempat sampah dan halte-halte bus.

Gol penentuan yang dicetak Samuel Umtiti pada menit ke-51 memicu lautan kibaran bendera tiga warna yang dikibarkan para penggemar yang bersemangat. Para penggemar, yang banyak mengenakan warna pakaian tim nasional, saling berciuman, berpelukan dan berdansa.

“Saya berusia 18 tahun pada 1998 dan saat itu adalah malam-malam paling indah dalam hidup saya. Kami akan mengulangi lagi Minggu ini,” kata Sebastien, seorang penggemar sepak bola seperti dikutip AFP. Perancis memenangkan Piala Dunia 1998.

“Tim ini fantastik,” kata Sebastien tampak bangga.

Sepeda motor-sepeda motor, sepeda-sepeda, mobil-mobil, truk-truk sampah, berhenti di jalan-jalan untuk ikut merayakan kemenangan. Sekitar 1.200 anggota pasukan keamanan tampak berjaga di sekitar area balai kota karena Perancis masih menyiagakan pengamanan tingkat tinggi setelah serangan teror November 2015.

“Teman-teman, kita menjadi juara dunia,” kata seorang pria berusia 30 tahunan terdengar berteriak kepada temannya. “Hentikan itu. Kamu akan membawa kesialan,” kata seorang penggemar lain memperingatkan pria tersebut. Setelah itu, sekelompok teman lainnya mulai meneriakkan slogan malam itu,”Kita di final.”

Jalan Rue de Rivoli, yang biasanya padat dengan lalu lintas pada malam Selasa, untuk sementara berubah menjadi kawasan pejalan kaki. Rombongan-rombongan pejalan kaki menggunakan jalan itu untuk menyeberangi Louvre ke Champs-Elysees, tempat ribuan warga Paris berkumpul untuk merayakan kemenangan Perancis di Piala Dunia 20 tahun lalu.

Ketika Perancis bersuka, Belgia harus menelan kekecewaan setelah langkah timnas yang dijuluki ‘Generasi Emas’ terhenti oleh tim ‘Le Bleus’ Perancis.

Ribuan penggemar yang kecewa langsung beranjak setelah peluit tanda usai pertandingan berbunyi dalam siaran langsung di sebuah layar raksasa di Waterloo, kota sebelah selatan Brussels, Ibu Kota Belgia, kantor berita AFP melaporkan.

Kekalahan Belgia dari Perancis disambut dengan rasa sedih, bercampur rasa syukur dan bangga dari para penggemar di Belgia, yang menyayangkan hilangnya kesempatan para pemain “Generasi Emas.”

“Kami sangat kecewa,” kata Alice Cordier, 27 tahun, kepada AFP di Waterloo, kota di mana Kaisar Perancis Napoleon dikalahkan pasukan dari berbagai kekuatan Eropa dalam perang besar 1815.

“Sangat disayangkan kalah dari Perancis. Nasib buruk nasional untuk Belgia,” kata Cordier menambahkan. “Tapi kami tetap bangga sebagai orang Belgia.” [voa/4ld]