Advertisement - Scroll ke atas
  • Bapenda Makassar
  • Pemkot Makassar
  • Pemkot Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
Sulsel

PLN Andalkan Energi Bersih untuk Listriki daerah 3T

919
×

PLN Andalkan Energi Bersih untuk Listriki daerah 3T

Sebarkan artikel ini
PLN Andalkan Energi Bersih untuk Listriki daerah 3T
PT PLN (Persero) terus menunjukan komitmennya untuk melistriki daerah terpencil yang masuk ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Sejalan dengan semangat menghadirkan terang di pelosok negeri pada Hari Listrik Nasional ke 77, sampai dengan September 2022 Rasio Elektrifikasi (RE) mencapai 99,66% di Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat.
  • Pemprov Sulsel
  • PDAM Kota Makassar
  • Banner DPRD Makassar

MAKASSAR—Guna melistriki daerah 3T utamanya kepulauan, PLN memaksimalkan penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT). Salah satunya di Pulau Kodingareng, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

PLTS Kodingareng berkapasitas 260 Kilo Watt Peak (kWp) telah memberikan kontribusi besar untuk melistriki 996 pelanggan di pulau tersebut.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

“Dengan revitalisasi PLTS Kodingareng dan PLTS Tanakekke, kami optimis listrik dapat tersalurkan 24 jam dan perekonomian masyarakat yang mayoritas sebagai nelayan dapat meningkat,” kata Andy.

Sekertaris Kelurahan Kodingareng, Ibu Rudayya mencatat bahwa dengan hadirnya PLTS mampu meningkatkan kesejahteraan dan membantu mengembangkan kegiatan ekonomi di pulau yang berpenghuni 4.599 penduduk tersebut.

“Dengan hadirnya listrik di siang ataupun malam hari, profesi masyarakat yang dulunya 90% adalah nelayan, kini lebih bervariasi ada yang menjadi pedagang ataupun penyedia jasa yang menggunakan listrik untuk menjalankan usaha,” ujarnya.

Dirinya menambahkan dari aspek pemerintahan dan sosial pun mengalami peningkatan. “Kini kantor dapat beroperasi tanpa menggunakan genset lagi, ini semakin membuat pelayan terhadap masyarakat semakin lebih baik” tandas Rudayya.

Salah seorang nelayan, Daeng Ranni menuturkan kehadiran listrik membantu penghematan biaya operasional dalam pengerjaan kapalnya.

“Kalau bekerja memperbaiki kapal menggunakan genset kami menghabiskan Rp50 ribu untuk membeli solar, beda halnya apabila menggunakan listrik kami hanya mengeluarkan Rp50 ribu untuk satu bulan,” kata Daeng Ranni.

“Program didieselisasi ini merupakan wujud nyata dari PLN untuk mengurangi energi karbon guna mencapai Carbon Neutral pada 2060 dengan mengoptimalkan energi domestik yang lebih murah,” tutup Andy. (*)

error: Content is protected !!