Advertisement - Scroll ke atas
  • Pemkot Makassar
  • Pemkot Makassar
Makassar

Prihatin Kondisi Ibu ini, Legislator Makassar Bantu Warga Miskin di Rappokalling

568
×

Prihatin Kondisi Ibu ini, Legislator Makassar Bantu Warga Miskin di Rappokalling

Sebarkan artikel ini
  • Pemprov Sulsel
  • Bapenda Makassar
  • PDAM Makassar
  • DPRD Makassar
  • Siaran Digital

MEDIASULSEL.com – Rumah kecil disebelah utara Kota Makassar, tepatnya di Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Makassar, tiba-tiba ramai di datangi orang, ibu Sulfiah Dg Rannu pemilik rumah terkejut saat melihat Anggota DPRD Kota Makassar, Basdir mengunjungi rumahnya yang terbilang kecil itu.

Dg Rannu adalah ibu dua orang anak yang sudah lama di tinggal wafat suaminya. Dalam kesehariannya ia menjual peyek dan mengumpulkan barang-barang bekas untuk menghidupi anaknya. Ia sangat mandiri meskipun Dg Rannu tidak memiliki pengasilan tetap, ia tidak begitu saja pasrah dan pergi mengemis.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

“Saya hidupi anak saya dari hasil menjajakan dagangan peyek milik orang setelah itu kembali memulung barang bekas. Saya tak ingin mengemis,“ kata Daeng Rannu saat ditemui dirumahnya yang reot tersebut, Jumat (30/12/2016).

Penghasilan yang didapatkan dari menjual peyek milik orang lain, diakui Daeng Rannu tak seberapa dimana dari setiap penjualan peyek seharga Rp5.000 per bungkus, upah yang ia dapatkan senilai Rp1.000 per bungkus.

“Kalau lagi untung semua peyek laku itu bersih saya dikasih Rp30 Ribu. Tapi beberapa hari ini sedikit yang laku dan saya hanya dapat upah Rp5.000,” terang Daeng Rannu.

Meski hanya sedikit yang didapatkan dari hasil penjualan peyek titipan orang itu, Daeng Rannu mengaku sangat bersyukur dan tetap tak merasa kekurangan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga kecilnya.

“Kalau upah dari hasil peyek saya dapat kecil yah saya pun belanja seadanya saja sesuai dengan penghasilan yang didapatkan tersebut. Sisanya kembali mencukupi dari hasil memulung barang bekas,“ terang Daeng Rannu.

Daeng Rannu mengaku sempat mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemerintah Pusat tepatnya tahun 2007. “Dulu pernah dapat waktu suaminya saya masih hidup terakhir tahun 2007 setelah itu tak ada lagi dan sampai saat ini,“ ungkap Daeng Rannu.

Lihat Juga:  Anggota Dewan Tolak Indikator Insentif, Ketua RW Manggala: Padahal Itu Ukuran Bekerja

Perjuangan hidup Daeng Rannu membuat hati Basdir tersentuh, dan langsung mendatangi rumah Daeng Rannu yang tergolong sangat reot bahkan tak layak untuk dihuni itu. Basdir yang merupakan kader partai Demokrat Makassar rela menyisihkan uang gajinya dengan membelikan beberapa kebutuhan pokok dan keperluan lainnya untuk Daeng Rannu.

“Terus terang saya kesini tak ada kepentingan lain, semata bagaimana sebagai wakil rakyat yang tak tega melihat kondisi warga yang hidup dalam kondisi demikian. Coba kamu liat masuk kedalam rumahnya hanya beralaskan lantai dari tanah dan sebagian ruang didalam rumahnya banjir bahkan air got pun masuk,“ terang Basdir.

“Seharusnya kata Basdir, ketua RT hingga camat proaktif melihat kondisi warganya sehingga tak ada warga yang hidup dalam kondisi memiriskan seperti yang dialami Daeng Rannu,“ ujar Basdir.

Basdir mengatakan mendekat ini juga akan memanggil pihak Dinas Sosial kota Makassar untuk meminta penjelasan mengapa masih banyak warga miskin kota Makassar salah satunya yang dialami Daeng Rannu tidak mendapatkan haknya seperti BLT yang dimaksud dan bantuan lainnya. Padahal, kata Basdir, Daeng Rannu sangat layak mendapatkan bantuan melihat kondisinya yang sangat memperihatinkan.

“Lebih baik anggaran di Dinas Sosial dikelola saja sama komunitas sosial yang lebih jelas kinerjanya membantu warga miskin dari pada Dinas Sosial ini yang tidak tahu buat sehingga dilapangan masih ditemukan banyak warga miskin tak mendapatkan haknya,“ tegas Basdir. (aks/ald)