Prilaku Tak Disiplin Pengguna Jalan Diduga Jadi Pemicu Utama Kemacetan Jl. Leimena Makassar
Kemacetan lalu lintas cukup parah terutama saat jam-jam padat arus kendaraan, hingga mengular beberapa ratus meter, akhir-akhir ini menjadi pemandangan setiap hari yang harus ditemui pengguna jalan J. Leimena kota Makassar, Sabtu (5/12/2020).

MAKASSAR—Pemandangan situasi kemacetan lalu lintas cukup parah terutama saat jam-jam padat arus kendaraan, hingga mengular beberapa ratus meter, akhir-akhir ini menjadi pemandangan setiap hari yang harus ditemui pengguna jalan J. Leimena kota Makassar, Sabtu (5/12/2020).

Jalanan yang merupakan penghubung jalan Perintis Kemerdekaan, Tello, menuju wilayah kecamatan Manggala kota Makassar dan kabupaten Gowa tersebut, menurut beberapa sumber yang ditemui Media Sulsel terjadi semenjak difungsikannya jalanan baru (middle ring road) yang menghubungkan langsung Jl. Perintis Kemerdekaan ke Jl. Dr Leimena.

Menurut salah satu pengguna jalan yang mengaku bernama Muh. Saleh, sedianya pemanfaatan middle ring road yang ada saat ini guna mengurai kemacetan yang sebelumnya banyak terjadi di Simpang 3 PLTU Tello, namun realitasnya malah hanya memindahkan kemacetan ke jalan Leimena dan ironisnya jauh lebih parah dibanding sebelumnya.

Sementara itu, menurut pengguna jalan lainnya, Ismail Alrip, SH, M.Kn, kemacetan yang terjadi di Jalan tersebut, pemicu utamanya adalah pengguna jalan yang tidak disiplin dengan melawan arus di jalan Leimena yang sbetulnya merupakan jalan satu arah.

“Kemacetan di sini sebetulnya karena dipicu oleh sejumlah pengguna jalan yang tidak disiplin dengan memilih melawan arus dari arah dalam ke luar, sehingga menghalangi laju kendaraan dari luar menuju wilayah Manggala,“ ucap Ismail saat ditemui terjebak kemacetan pada Sabtu (5/12) malam.

Lebih lanjut Ismail yang juga merupakan dosen Fakultas Hukum Unhas itu berharap, Dinas Perhubungan dan atau pihak Polisi Lalu Lintas segera menyadari fenomena tersebut, dan bersikap tegas menindak para pelanggar lalu lintas tersebut.

“Para pengguna jalan yang melawan arus tersebut, selain mengakibatkan kemacetan juga membahayakan keselamatan jiwa sendiri maupun orang lain, olehnya itu ini butuh peran aktif Dinas Perhubungan dan atau Polantas untuk mendisiplinkan mereka,” pungkas Ismail. (464Ys)