Propaganda LGBT Masif, Fitrah Generasi Terancam

Propaganda LGBT Masif, Fitrah Generasi Terancam
Adira, S.Si, Praktisi Pendidikan.

OPINI—Perdebatan tentang LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) kembali menyedot perhatian khalayak setelah Deddy Corbuzier memberikan “panggung ekspresi” kepada sepasang penyuka sesama jenis.

Podcast Deddy Corbuzier pun akhirnya menuai kecaman dan olok-olok dari natizen, pasalnya konten ini terkesan menguatkan propaganda dan dukungan terhadap kelainan orientasi seksual yang dapat mengeluarkan manusia dari fitrah penciptaannya.

Reaksi netizen dinilai tidak berlebihan sebab bahaya yang ditimbulkan oleh konten ini dapat memberikan pengaruh luas pada masyarakat, terutama generasi.

Penyebaran propaganda LGBT, apalagi menyertakan konten porno ditengarai telah menjadi sebuah gerakan yang masif. Erlinda, ketika menjabat sebagai Komisioner KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), menyatakan KPAI sebagai garda terdepan perlindungan anak menolak propaganda dan penyebaran LGBT.

Erlinda bahkan menyayangkan media sosial yang menyebarkan bahwa gay itu adalah suatu pilihan dan adanya komunitas gay SD, gay SMP dan gay SMA. Pemerintah dalam hal ini harus tegas terhadap promosi dan propaganda LGBT yang menjadi pergerakan yang sistematis.

Dunia harus diselamatkan agar tetap terjadi angka kelahiran, perkawinan sejenis tidak akan pernah menyebabkan kelahiran. Anak Indonesia berhak mendapatkan informasi yang benar tentang orientasi seksual yang benar (Indonesia Lawyers Club, 16/02/2016).

Berita Lainnya

Regulasi untuk mengatasi propaganda LGBT menjadi ambigu saat pergerakan komunitas LGBT dipayungi oleh kebebasan berekspresi atas nama HAM (Hak Asasi manusia).

Padahal di lain pihak, anak-anak Indonesia dan di seluruh belahan bumi juga punya hak asasi untuk tumbuh dan berkembang secara normal sesuai fitrah penciptaannya.

Lihat Juga:  Bom Makassar, Isu Radikalisme Terorganisir

Keprihatinan dan penolakan terhadap propaganda LGBT tanpa dibarengi dengan dukungan kuat sistem, apalagi di alam kebebasan berpikir yang jauh dari tuntunan agama menjadikan setiap usaha yang dilakukan hanya sia-sia dan hanya berujung pada perdebatan panjang tanpa solusi efektif.

Berita terkait