Proyek Gagal Rest Area, Kembali Dilelang Ditahun 2020

0
129
Proyek Gagal Rest Area, Kembali Dilelang Ditahun 2020
Plt Kepala BAPPEDA Sulsel, Rudi Djamaluddin. (Foto: Dok)

MAKASSAR – Pemerintah provinsi Sulsel di akhir tahun ini terus menggenjot proses lelang tender. Hal itu dilakukan guna mengikuti instruksi Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) yang meminta agar sejumlah proyek dengan anggaran besar dilelang di awal.

Hanya saja, hingga kini, hanya ada satu paket saja yang sudah masuk di Biro Pembangunan untuk direview. Yakni paket renovasi stadion Mattoanging.

Menanggapi hal itu, PLT Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Sulsel, Rudi Djamaluddin mengatakan, pihaknya kini telah mengirim sebanyak 10 paket ke inspektorat untuk direview, menyusul paket pengawasan sebanyak 18 paket.

“Kita kirim sekarang ke inspektorat 10 paket, dan 10 paket itu sedang direview, kemudian paket pengawas itu sekitar 18 paket, ini baru (proyek) jalan dari Dinas bina marga,” ujar Rudi, saat ditemui di Lounge kantor gubernur Sulsel, Senin (23/12/2019).

Sementara, untuk proyek yang sempat gagal di tahun 2019 ini seperti Rest Area, kata Rudi akan kembali diusulkan, namun dirinya meminta OPD terkait agar mempercepat usulannya ke Biro Pembangunan.

“Kalau rest area juga saya sudah minta teman-teman Dinas PKP2 untuk sesegera mungkin diselesaikan, hanya karena rest area ini kita bagi beberapa tahap,” bebernya.

Sementara itu, kata dia, pihaknya tetap akan melakukan lelang tender Desember ini, khususnya untuk paket proyek yang memiliki durasi penyelesaian minimal enam bulan.

“Jadi begini, yang perlu kita dorong cepat itu adalah paket-paket yang memang membutuhkan durasi penyelesaian yang panjang, supaya Biro Pembangunan itu tidak terbebani, tidak langsung syok,” pungkasnya.

Khususnya Dana Alokasi Khusus (DAK), lanjut Rudi, itu harus diselesaikan lelang tendernya karena wajib melapor ke pusat.

“Makanya DAK itu diatur oleh pusat, ada durasi dimana sekian persen (target) kita harus rampung,” tutup Rudi.

Khusus untuk jalan Sabbang-Seko di Kabupaten Luwu Utara, Rudi mengaku telah menyiapkan anggaran sebesar Rp100 miliar lebih.

“Tahun depan digelontorkan kurang lebih Rp100 miliar, masih berharap ada dari APBN, utamanya dari sisa-sisa lelang seperti yang dijanjikan oleh kepala Balai Jalan. Nah kalau itu bisa turun dan kita bisa sekaligus tuntas aspal sampai di Seko,” tutup dia.

Diketahui, tahun ini, anggaran yang habis untuk jalan Seko, yakni dari APBN sebesar Rp30 miliar, Bantuan Keuangan Rp8 miliar, APBD Rp19 miliar, dan DAK Rp11 miliar.

Sebelumnya, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Biro Pembangunan Sulsel, Asrul Sani membenarkan jika proyek yang masuk untuk dilelang hanya satu, yakni Renovasi Stadion Mattoanging.

Lebih jauh kata dia, seharusnya OPD yang memiliki potensi tender cukup besar segera memasukkan usulannya. Ia menyebut termasuk sejumlah proyek yang gagal tahun ini.

“Jadi semua kegiatan fisik yang perencanaan DED-nya memiliki satu tahun anggaran fisik itu masukkan ke kami secepatnya. Termasuk semua proyek yang nilainya sangat besar, seperti RS Regional dan Rest Area itu,” ujar Asrul.

Asrul juga menyebut, pengadaan seperti makan minum hingga gaji cleanig servis seharusnya sudah diusulkan bulan ini.

“Intinya semua anggaran yang jangka panjang hingga enam bulan ke atas, itu harus masukkan bulan ini, agar kita juga secepatnya proses,” pungkasnya. (*)