PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Gedung Pemuda Toraja Utara Tak Lagi Sekadar Tempat Rapat, Kini Jadi Ruang Bisnis Anak MudaBupati Pangkep Bidik Ratusan Ribu Ton Garam, 700 Hektare Lahan Masih MenganggurKios Pangan Diperkuat, DKP Makassar Bidik Stabilitas Harga dan Akses Sembako WargaFH Unhas Bidik Kerja Sama dengan UNODC, Bahas Kejahatan Transnasional hingga KorupsiPerindo Sulsel Bedah Dapil, Bidik Kerja Nyata dan Ekonomi KerakyatanKarhutla Gunung Kawi Makin Ganas, Api Sudah Capai Pos 2 Sirah KencongPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Gedung Pemuda Toraja Utara Tak Lagi Sekadar Tempat Rapat, Kini Jadi Ruang Bisnis Anak MudaBupati Pangkep Bidik Ratusan Ribu Ton Garam, 700 Hektare Lahan Masih MenganggurKios Pangan Diperkuat, DKP Makassar Bidik Stabilitas Harga dan Akses Sembako WargaFH Unhas Bidik Kerja Sama dengan UNODC, Bahas Kejahatan Transnasional hingga KorupsiPerindo Sulsel Bedah Dapil, Bidik Kerja Nyata dan Ekonomi KerakyatanKarhutla Gunung Kawi Makin Ganas, Api Sudah Capai Pos 2 Sirah Kencong
Opini

Radikalisme Pendidikan Mungkinkah Digiring ke arah Ambigu?

1837
×

Radikalisme Pendidikan Mungkinkah Digiring ke arah Ambigu?

Sebarkan artikel ini
Radikalisme Pendidikan Mungkinkah Digiring ke arah Ambigu?
Sri Rahmayani, Aktivis Pemerhati Sosial dan Pegiat Literasi AMK 4.

OPINI—Dunia pendidikan adalah tombak awal yang dibutuhkan oleh generasi untuk menyongsong perubahan menuju segala lini kehidupan. Ketika tombaknya rusak maka rusaklah generasinya sehingga perubahan pun tidak mampu untuk diraih.

Olehnya itu mesti dipelajari tombak yang baik bagaimana yang harus diberikan, tidak hanya sekedar mengenyam pendidikan dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Dengan output yang tidak diharapkan. Namun sejatinya pendidikan yang berkualitas mewujudkan visi misi mencerdaskan generasi dengan ilmu.

Radikalisme Pendidikan

Pembelajaran diawali dengan melihat kaitan radikalisme dengan pendidikan, radikalisme sejak dulu selalu menjadi pembicaraan segala aktivitas jika dikaitkan dengan agama. Kali ini dititik fokuskan pada pendidikan di level perguruan tinggi, tempat dimana generasi memiliki kematangan pemikiran dalam pengambilan keputusan serta kumpulan pemuda yang menginginkan perubahan. Tidak luput juga diberikan tingkat sekolah lainnya.

“Dosen Pendidikan Agama Islam di perguruan tinggi umum dapat menjadi garda terdepan dalam menumbuhkan moderasi beragama yang dapat mencegah paham radikal, serta berperan memberi landasan ideologi, bekal ilmu pengetahuan yang lurus,” ucap Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin pada acara Pembukaan Kongres Nasional Pendidikan Agama Islam ke-5 Tahun 2022, Kamis (11/08/2022)

Radikalisme menjadi hal yang diwaspadai masuk ke perguruan tinggi, karena radikalisme diidentikkan dengan terorisme kekerasan dll. Sehingga dosen pendidikan agama mengambil peran untuk menyampaikan ke mahasiswa agar menghindarinya.

Jika demikian mesti dilihat dulu apakah benar radikal itu adalah momok yang berbahaya buat generasi. Bukankah hingga kini makna jika dibawa ke realita masih ambigu. Radikal jika di search artinya lebih positif yaitu kembalikan ke akar, mempelajari agama dari akarnya tidak ada makna sama sekali mengajarkan kekerasan dan sebagainya.

Demikian pula kata teroris, ini adalah istilah yang masih simpang-siur seakan hanya diperuntukkan untuk muslim. Hingga kini orang yang diduga melakukan pun belom dinyatakan terbukti.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com