Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Bermotif Asmara Di Gowa, Tersangka Lakukan 55 Adegan Reka Ulang

Sungguminasa – Satuan Reskrim Polres Gowa menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang mengakibatkan Warga Bonto Bontoa Kecamatan Somba Opu, H. Sultan Syarif, (21) meninggal dunia pada Selasa, 21-04-2020) pukul 22.30 WITA , di Jl. KH. Agussalim, kelurahan Bonto-bontoa, kecamatan Somba opu, Kabupaten Gowa.

Rekonstruksi yang digelar pada Kamis siang tadi (18/06) di lapangan apel Polres Gowa dipimpin Kasat Reskrim Polres Gowa AKP. Jufri Natsir dan turut dihadiri para penyidik serta kuasa hukum dari pihak korban maupun para tersangka.

Kegiatan rekonstruksi tersebut digelar untuk mendapatkan keterangan, petunjuk, atau bukti-bukti mengenai tindak pidana yang terjadi serta kronologis kejadian yang sebenarnya dengan menghadirkan ke delapan tersangka dan para saksi yang mengetahui kejadian.

Tampak dalam adegan para tersangka memperagakan seluruh peran yang dilakukan mulai dari awal saat terjadi pertengkaran saat korban melihat kekasihnya berduaan di dalam toko bersama tersangka, hingga di saat para tersangka mendatangi rumah korban dan melakukan penganiayaan.

Dari hasil rekonstruksi terdapat 55 adegan dan terlihat pada adegan ke 37 tersangka utama AGS ( 29) yang saat ini masuk dalam status DPO, melakukan penusukan pada dada korban menggunakan anak panah, hingga korban meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polres Gowa saat dikonfirmasi tujuan dilakukannya rekonstruksi mengatakan, bahwa rekonstruksi dilakukan untuk mengetahui kronologis peristiwa eksekusi dari para tersangka, terhadap korban sekaligus untuk melengkapi berkas perkara yang akan kita limpahkan ke Kejaksaan.

“Saya berharap pasca dilakukannya reka ulang dalam rekonstruksi ini tidak ada lagi pembantahan oleh siapapun termasuk oleh masing masing penasehat hukum ,” pungkas AKP Jufri Natsir. (*/70n)

Lihat Juga:  Ijtima se Asia Batal, Pemprov Sulsel Isolasi dan Segera Pulangkan Ribuan Peserta

Berita terkait