MAKASSAR – Meningkatkan kemampuan aksesor atau penilai, Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN SM) Provinsi Sulsel melakukan pelatihan sertifikasi neurosains terapan di kampus Universitas Patria Artha (UPA).

Rektor UPA Makassar, Bastian Lubis mengatakan Untuk tahap pertama sekitar 20 orang aksesor mengikuti pelatihan neurosains terapan. Hasilnya 19 orang dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar CAN (Certificate Aksesore Neurosains).

“Pada tahap pertama ini ada 19 yang dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar CAN,dimana dengan sertifikat CAN, aksesor BAN SM bisa menerapkan keahlian saat melakukan penilaian atau mengunjungi sekolah atau madrasah.Ungkap Bastian.

“Mereka juga bisa menjadi konsultan di sekolah, baik siswa, guru dan orang tua. Jadi neurosains ini ilmu tentang pengukuran kematangan berpikir seseorang,”Tegasnya di kampus UPA, usai penyerahan sertifikat ke aksesor BAN SM, Jumat (7/2/2020).

Bastian menyebutkan dengan neurosains, pola pikir seseorang bisa diperbaiki. Program neurosains ini telah diaplikasikan ke 16 ribu anak dan 8 ribu orang dewasa oleh UPA.

“Orang yang bermasalah kematangan berpikirnya bisa diperbaiki melalui proses dan program yang ada di neurosains. Beberapa perusahaan dan instansi telah bekerjasama dengan kami untuk neurosains ini, hasilnya kinerja perusahaan mengalami peningkatan 100 persen lebih,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua BAN SM, Burhanuddin Usman mengatakan pihaknya akan melakukan pelatihan neurosains untuk 360 aksesor. Dengan adanya keterampilan neorusains terapan ini akan memudahkan kerja-kerja aksesor di sekolah atau madrasah.

“Secara bertahap akan kita ikutkan pelatihan. Apalagi tahun ini sudah ada 2800 sekolah yang mendaftar untuk diakreditasi dari target 2500 sekolah. Tahun lalu sekitar 3203 sekolah berhasil diakreditasi,” tambahnya. [*]