Advertisement - Scroll ke atas
  • Pemkot Makassar
  • Pemkot Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
Internasional

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Bersumpah Tak Akan Kembali ke Myanmar

237
×

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Bersumpah Tak Akan Kembali ke Myanmar

Sebarkan artikel ini
  • Pemprov Sulsel
  • PDAM Kota Makassar
  • Banner DPRD Makassar

MEDIASULSEL.com – Kementerian Luar Negeri Bangladesh mulai mengeluhkan banyaknya gelombang pengungsi Rohingya yang masuk ke negaranya dan menuntut pengembalian lebih awal semua migran Rohingya kembali ke Myanmar.

Pihak berwenang di Dhaka menuntut Myanmar merepatriasi puluhan ribu Muslim Rohingya yang menyeberang perbatasan untuk melarikan diri dan sekarang tinggal di Bangladesh.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Namun Myanmar mengatakan cuma menerima sebagian kecil dari populasi pengungsi yang sekarang ada di Bangladesh.

Sementara itu orang-orang Rohingya mengatakan tidak bersedia kembali ke negara bagian Rakhine di Myanmar lagi. Para pemimpin komunitas pengungsi meminta kepada negara-negara yang “ramah Rohingya” untuk menampung mereka.

Ko Ko Linn, pemimpin komunitas Rohingya di Bangladesh, mengatakan bahwa kondisi-kondisi di Myanmar tidak memungkinkan mereka untuk tinggal, terutama dalam beberapa minggu terakhir, dan “mereka tidak ingin kembali ke Myanmar yang anti-Rohingya.”

Linn, yang merupakan anggota eksekutif Organisasi Nasional Rohingya Arakan, mengatakan, “Pemerintah Myanmar dan masyarakat mayoritas Buddhis di negara itu telah menjadi memusuhi Muslim Rohingya dan membuat negara itu neraka bagi mereka.”

Kementerian Luar Negeri Bangladesh kemudian menelepon Duta Besar Myanmaruntuk mengeluhkan para pengungsi tersebut dan menuntut pengembalian lebih awal dari semua migran Rohingya ke Myanmar.

Sebuah pernyataan dari Kemenlu di Dhaka mengatakan bahwa “pemerintah Myanmar untuk segera mengatasi akar masalahnya,” sehingga Muslim Rakhine tidak dipaksa pergi dari Myanmar dan mencari perlindungan di Bangladesh. (voaindonesia)

Lihat Juga:  Menlu Retno Marsudi Terima Penghargaan dari Badan PBB
error: Content is protected !!