PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Mulai Januari 2027, PPPK Penuh Waktu Didorong Jadi ASN Lewat Tes KompetensiOlympic of Statistics 2026 UNM Resmi Ditutup, Mahasiswa Sejumlah Kampus Bersaing di Ajang Statistik NasionalKapolri Dorong Polwan Indonesia Naik Kelas di Forum IAWP, Diikuti 43 NegaraRp130,4 Juta Digelontorkan untuk Pemuda Pangkep, KHDTK Tabo-Tabo Disiapkan Jadi Sentra EkowisataDPRD Makassar Dorong GERMAS dan Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah MasyarakatMunafri Ajak Muslimat NU Makassar Kolaborasi dengan Dewan Lingkungan Atasi SampahPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Mulai Januari 2027, PPPK Penuh Waktu Didorong Jadi ASN Lewat Tes KompetensiOlympic of Statistics 2026 UNM Resmi Ditutup, Mahasiswa Sejumlah Kampus Bersaing di Ajang Statistik NasionalKapolri Dorong Polwan Indonesia Naik Kelas di Forum IAWP, Diikuti 43 NegaraRp130,4 Juta Digelontorkan untuk Pemuda Pangkep, KHDTK Tabo-Tabo Disiapkan Jadi Sentra EkowisataDPRD Makassar Dorong GERMAS dan Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah MasyarakatMunafri Ajak Muslimat NU Makassar Kolaborasi dengan Dewan Lingkungan Atasi Sampah
Internasional

Rusia Mengadu ke PBB Terkait Serangan Udara AS di Suriah

503
×

Rusia Mengadu ke PBB Terkait Serangan Udara AS di Suriah

Sebarkan artikel ini

MEDIASULSEL.com – Sekutu Suriah, Rusia, telah meminta sidang darurat Majelis Umum PBB untuk membahas serangan udara pimpinan AS yang diyakini telah keliru menewaskan puluhan tentara pemerintah Suriah yang bertempur melawan ekstrimis ISIS di dekat perbatasan Irak.

Seruan Rusia itu dikeluarkan beberapa jam setelah pesawat tempur koalisi pimpinan AS menggempur posisi-posisi tentara di Suriah timur, menewaskan sebanyak 80 tentara pemerintah saat bertempur melawan ektrimis ISIS untuk menguasai wilayah bandara di Deir Ezzor.

Komando Pusat AS mengatakan pesawat-pesawat koalisi AS menggempur daerah dekat Deir Ezzor, diyakini oleh AS menarget ISIS dimana pesawat tempur telah “cukup lama” melacak keberadaan mereka sebelum melakukan penyerangan.

Pernyataan AS tersebut tidak menyebutkan jumlah korban. Tapi mengatakan “serangan udara dihentikan segera, ketika para pejabat koalisi diberitahu oleh pihak berwenang Rusia bahwa kemungkinan personil dan kendaraan yang ditargetkan adalah bagian dari militer Suriah.”

Dalam pernyataan itu, Deir Ezzor merupakan wilayah yang terletak sekitar 100 kilometer sebelah barat dari perbatasan Irak itu, dinyatakan sebagai daerah sasaran pesawat koalisi dalam operasi sebelumnya.

Pernyataan itu juga mengatakan sebelumnya komandan koalisi telah memberitahu pihak berwenang Rusia tentang rencana serangan tersebut.

Dari pihak Kementerian Pertahanan Rusia digambarkan bahwa serangan koalisi ini sebagai bukti “penolakan keras kepala” oleh Amerika untuk mengkoordinasikan tindakan dengan pasukan Rusia yang bertempur bersama pasukan pemerintah yang setia kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Masih belum jelas apakah serangan udara itu akan berdampak terhadap gencatan senjata yang mulai berlaku awal pekan ini, atau tindakan yang mungkin akan diambil oleh Dewan Keamanan PBB, Sabtu (17/9/2016).

Gencatan senjata, yang bertujuan menghentikan operasi militer pasukan Suriah, sekutu Rusia dan pemberontak yang didukung AS yang berusaha menggulingkan pemerintah Assad itu, dirancang untuk membuka jalan bagi bantuan kemanusiaan ke daerah-daerah yang terkepung di negara yang dilanda perang tersebut.

Ratusan ribu warga sipil di daerah itu telah terputus dari bantuan luar selama berbulan-bulan dan terancam krisis kekurangan makanan dan obat-obatan. (zb/voa)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com