Advertisement - Scroll ke atas
  • Pemkot Makassar
  • Pemkot Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
Nasional

SBY Dituding Penggerak Aksi 4 November

317
×

SBY Dituding Penggerak Aksi 4 November

Sebarkan artikel ini
  • Pemprov Sulsel
  • PDAM Kota Makassar
  • Banner DPRD Makassar

MEDIASULSEL.com, – Mantan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyelenggarakan konferensi pers terkait isu terkini di kediamannya di Cikeas Bogor Jawa Barat Rabu (2/11). Salah satu isu yang disampaikan oleh SBY adalah soal rencana aksi unjuk rasa beberapa kelompok lintas organisasi masyarakat (ormas) pada Jumat (4/11) terkait kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, membantah adanya tudingan dari informasi intelijen yang menyebutkan dirinya sebagai penggerak aksi 4 November.

“Karena saya mengetahui, saya mendengar dan setelah saya kros cek saya konfirmasikan benar adanya. Mudah-mudahan yang saya dengar itu tidak benar. Kalau memang ada analisa intelijen bahwa ada pihak ini yang mendanai atau pihak ini yang menggerakkan atau partai politik ini yang punya kepentingan menggerakan unjuk rasa yang besar itu. Berbahaya jika di sebuah negara ada intelijen failure dan intelijen eror,” ujar SBY.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

SBY mengajak semua pihak berpikir jernih dalam menyikapi kasus dugaan penistaan agama. SBY berpendapat kasus ini tengah di proses oleh aparat penegak hukum. SBY berharap tidak ada tekanan dari siapapun kepada aparat penegak hukum.

“Jangan ada tekanan dari manapun. Baik tekanan kepada penegak hukum yang mengatakan pokoknya Ahok harus bebas. Atau tekanan yang mengatakan, pokoknya Ahok harus bersalah. Tidak boleh. Serahkan kepada penegak hukum,” imbuh SBY.

SBY berharap masyarakat bisa menerima apapun keputusan dari penegak hukum dalam penyelidikan kasus dugaan penistaan agama.

“Berarti bola sekarang ada di penegak hukum. Bukan di jalan raya. Bukan di tangan pak Jokowi. Bukan di tangan pemimpin organisasi massa Islam. Bukan di Partai Demokrat atau partai manapun. Bola sekarang ada di penegak hukum. Jika proses penegakan hukum berjalan benar, fair, transparan dan adil dan tidak direkayasa, rakyat harus menerima apapun hasilnya,” ujar SBY.

Lihat Juga:  Jokowi Yakin Pilkada DKI Jakarta Hasilkan Pemimpin Terbaik

Sebelumnya pada Selasa (2/11) malam, SBY melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden Muhamad Jusuf Kalla di kediaman JK di daerah Menteng Jakarta. Topik seputar rencana aksi unjuk rasa 4 November juga dibahas. JK kepada wartawan menegaskan tidak mempercayai adanya isu yang menyebutkan SBY menjadi penggerak unjuk rasa 4 November. (voaindonesia)

error: Content is protected !!