Sekjen DPP PKB, Muawiyah Ramly Memotivasi Peserta Diklat GP Ansor Maros

MAROS – Sekretaris Dewan Syuriah DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Andi Muawiyah Ramly berkesempatan bersilaturrahim, sekaligus memotivasi peserta Diklat Terpadu Dasar (DTD) Angkatan-I Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Maros di Pondok Pesantren Wahdaniatillah, di Kelurahan Borong, Kecamatan Tanralili, Maros, Jumat (25/8/2017).

Amure sapaan akrab Andi Muawiyah Ramly dalam pidatonya dihadapan peserta DTD Ansor Maros menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana karena telah berkenan mengundang saya ke acara ini.

“Saya ini sejak kemarin berada di Pinrang bersama Menteri Pemuda Olahraga RI, Imam Nahrawi dalam rangka kick off Liga Santri Nasional (LSN) region Sulawesi. Sebelum ke Surabaya saya menyempatkan menghadiri undangan dari panitia pelaksana DTD Ansor Maros ini,” kata Amure.

Mantan Anggota DPR RI dari Fraksi PKB ini mengatakan bahwa organisasi Ansor ini didirikan oleh Ulama Nahdlatul Ulama pada Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi, tepatnya pada tanggal 10 Muharram 1353 H atau 24 April 1934, itu artinya Ansor lebih tua dari Republik Indonesia tercinta ini.

“Saya ini kader Ansor, pernah menjadi pengurus di Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, karena itu dari dulu saya selalu menyempatkan menghadiri kegiatan sahabat-sahabat saya di Ansor. Sahabat-sahabat sekalian adalah calon kader muda Nahdlatul Ulama kedepannya”

“Kader Ansor memiliki tanggung jawab utama membentengi diri dengan faham Islam Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) dan masyarakat yang ada disekitar kita,” tandas calon Anggota DPR RI dari PKB dapil Sulsel 2 ini.

Berita Lainnya
Lihat Juga:  Kasus Pelanggaran UU Perikanan di Selayar, Masuki Sidang Ketiga

Mantan Sekjen Pimpinan Pusat GP Ansor ini menambahkan, kader Ansor harus faham persoalan fundamental bangsa kita sekarang ini, yaitu menguatnya gerakan radikalisme yang berujung aksi terorisme, masih tingginya angka kemiskinan, korupsi yang masif terjadi dan maraknya penyalahgunaan narkoba utamanya dikalangan kaum muda.

“Karena itu kader Ansor harus sekuat tenaga harus mampu memperjuangkan peningkatan kesejahteraan masyarakat, harus mampu membentengi diri dan masyarakat dari bahaya gerakan radikalisme, mendukung penuh upaya pemberantasan korupsi dan bebas narkoba, bukan kader Ansor jika terlibat tindak pidana tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Gerakan Pemuda Ansor Maros, Abrar Rahman mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT karena atas izin-Nya, sehingga bisa bersilaturrahim dengan Andi Muawiyah Ramli.

“Kami sangat bahagia dan berbangga atas berkenannya beliau Andi Muawiyah Ramly menghadiri acara DTD Ansor Maros ini, sehingga momentum berharga ini kami bisa memanfaatkan agar beliau sedikit memberikan dorongan semangat dan tambahan wawasan kepada kami dan peserta DTD,” ungkap Abrar Rahman. (aks/shar)

Gerakan Pemuda (GP) Ansor Maros menggelar Diklat Terpadu Dasar (DTD) Angkatan I di Pondok Pesantren Wahdaniatillah
Diklat Terpadu Dasar (DTD) Angkatan I Gerakan Pemuda (GP) Ansor Maros di Pondok Pesantren Wahdaniatillah, Kecamatan Tanralili, Maros. Kegiatan ini berlangsung dimulai 24 hingga 27 Agustus 2017.

Berita terkait