Advertisement - Scroll ke atas
  • Pemkot Makassar
  • Pemkot Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
  • Universitas Dipa Makassar
Makassar

Soal Kekerasan Jurnalis LKBN Antara, Dandeninteldam VII Wirabuana Minta Maaf

252
×

Soal Kekerasan Jurnalis LKBN Antara, Dandeninteldam VII Wirabuana Minta Maaf

Sebarkan artikel ini
  • Pemprov Sulsel
  • PDAM Kota Makassar
  • Banner DPRD Makassar

MEDIASULSEL.com – Komandan Detasemen Intelijen Kodam (Dandeninteldam) VII Wirabuana, Letkol Inf Imasfi meminta maaf atas insiden kepada jurnalis, saat aksi blokir jalan Tol Reformasi dilakukan Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Sulsel di Makassar, Sulawesi Selatan, kemarin.

“Secara pribadi, saya meminta maaf atas kejadian ini dan akan segera dievaluasi,” katanya saat pertemuan dengan Jurnalis di Makassar, Sabtu malam, 26 November 2016.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Menurutnya, kejadian itu murni miskomunikasi (kesalahapaman) terkait kekerasan jurnalis antara anggota Intel dengan salah seorang Jurnalis Darwin Fatir dari LKBN Antara Biro Sulselbar sehingga terjadi insiden.

Selain itu, pihaknya menyatakan apa yang terjadi adalah hanya ketidaktahuan anggota, jika ada wartawan meliput yang berdekatan lokasi saat membubarkan aksi unjukrasa di jalan Tol Reformasi.

“Sesuai dengan protap (prosedur tetap) tidak ada aksi selama kunjungan Presiden makanya di bubarkan, ternyata ada wartawan disitu meliput juga terkena insiden,” katanya.

Sementara itu Jurnalis Darwin Fatir menyatakan menerima permohonan maaf Komandan Detasemen Intel Kodam VII Wirabuana, terkait insiden tersebut yang menimpa dirinya, hanya saja harus ada catatan.

“Kejadian ini adalah pengalaman berharga, permintan maaf boleh diterima asalkan harus ada penyataan atau kesepakatan dengan lembaga Jurnalis agar kejadian ini tidak berulang kembali,” tegasnya.

Dirinya menyarankan kepada pihak Kodam VII Wirabuana segera membuat nota kesepahaman dengan lembaga pers yang menauinginya agar tidak terjadi kesalahan yang sama.

Nota Kesepahaman ini, bertujuan agar terciptanya sinergitas serta kerja sama antara kedua belah pihak balik TNI maupun Jurnalis

“Saya menyarankan untuk tidak terjadi hal serupa atau kejadian lainnya kedepan harus dibuatkan kesepakatan agar jalinan silaturahmi tetap terjaga dan tidak ada yang dirugikan, sehungga sinergitas antara TNI dan Jurnalis bisa sama-sama bersinergi,” harapnya. (aks/shar)

error: Content is protected !!