Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lasharan Jaya (STIMLASH JAYA) Makassar menjalankan Program Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

MAKASSAR — Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lasharan Jaya (STIMLASH JAYA) Makassar kembali mendapatkan kepercayaan dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jendral Penguatan dan Pengembangan Riset Teknologi dan Badan Riset Inovasi Nasional atau Ristek/BRIN, Kementerian Pendidikan Tinggi untuk menjalankan Program Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

Ketua TIM PPDM, Dr Iwan Perwira menguraikan, bahwa program tersebut diantaranya adalah, Satu Program Penelitian Dosen Pemula atau PDP di Kab. Gowa, Dua Program Kemitraan Masyarakat atau PKM yakni, Pengembangan Usaha Kerajinan Anyaman Rotan di Makassar dan PKM Pemberdayaan Masyarakat Dusun Padaria di Kab. Maros. Dan Satu Program Pengembangan Desa Mitra atau PPDM Budidaya Jamur Tiram di Desa Bonto Masunggu Kab. Bone.

“Dari beragam program yang dijalankan, PPDM merupakan kepercayaan terbesar yang bertujuan membantu program pemerintah dalam pembangunan masyarakat dan wilayah desa, dan ini sangat membanggakan,” ujar Iwan Perwira, Selasa (27/10/2020).

Dikatakan, PPDM merupakan kegiatan yang dijalankan secara multi years atau tiga tahun. Sedangkan PKM dan PDP dilaksanakan secara mono years atau satu tahun.

 

PPDM, Memberdayakan SDM dan Ekonomi Desa

PPDM di Desa Bonto Masunggu, Kecamatan Tellu Limpoe, Bone dijalankan selama kurun waktu delapan bulan terhitung mulai Maret 2020 hingga November 2020. Kegiatan tersebut mengedukasi masyarakat desa tentang pembudidayaan jamur tiram mulai dari produksi, manajemen hingga pemasaran.

Dilakukan pula inovasi pada kumbung atau rumah perawatan untuk jamur tiram. Kalo selama ini kumbung dibuat secara mandiri yang artinya di tempat tersendiri, kali ini dibuat di kolong rumah panggung atau istilahnya KKRP (Kumbung Kolong Rumah Panggung). Rumah panggung merupakan ciri khas kebanyakan rumah di desa-desa di seluruh pelosok daerah di Sulawesi Selatan.

“Kami sangat senang dengan inovasi ini. Kolong rumah yang semula kumuh dan tidak berguna akhirnya menjadi produktif dan bernilai ekonomi,” ujar Najamuddin, Kepala Desa Bonto Masunggu.

Selain berdampak ekonomi, KKRP menjadi jawaban atas beragam problematik terkait kumbung. Efisiensinya, KKRP sangat hemat biaya. Penghematan bisa mencapai hingga 200 persen lebih murah dibanding pembuatan kumbung mandiri.

Disisi lain, KKRP memberi perlindungan terhadap baglog/jamur dari sengatan matahari secara langsung dan derasnya hembusan angin, sehingga pertumbuhan jamur jadi lebih baik. Efisiensi lainnya, KKRP langsung di jaga oleh pemilik rumah, tidak bersusah payah lagi mencari penjaga kumbung.

Jamur Tiram

Pengetahuan dan Keterampilan bertambah

Pelaksanaan PPDM yang berjarak kurang lebih 87 km ke arah timur kota Makassar dirasakan oleh masyarakat desa bonto masunggu seperti oase di tengah pandemi covid-19.

Selain peningkatan ekonomi, bertambah pengetahuan dan keterampilan baru mengenai budidaya jamur tiram. Warga yang kolong rumahnya dibuat kumbung dan yang terlibat aktif dalam pembudidayaan tersebut menyebutkan bahwa PPDM sangat berdampak positif.

“Bukan hanya uang atau materi, yang terpenting yang kami rasakan adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan tentang budidaya jamur tiram. Ini hal baru dan sangat menyenangkan,” kata Tingkang, warga yang kolong rumahnya dijadikan kumbung.

PPDM dilaksanakan di tengah Pandemi Covid-19 yang masih ganas. Namun hal tersebut sama sekali tidak mengendurkan semangat dosen pengabdi untuk tetap menjalankan pengabdian. Dalam menjalankan PPDM, protokol kesehatan tetap dipatuhi.

Selain membantu program pemerintah, PPDM ini juga meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa, memberikan solusi permasalahan masyarakat desa dengan pendekatan holistic serta membentuk Desa Mitra sebagai salah satu model science-techno-park perguruan tinggi.

Jamur Tiram

Meneliti dan Mengabdi

Beberapa tahun sebelumnya berbagai program Ristek/BRIN telah dilaksanakan STIMLASH Jaya Makassar, seperti Iptek bagi Masyarakat (IbM) kini berganti nama menjadi PKM serta beberapa penelitian lain. Beragam kegiatan yang dijalankan para Dosen STIMLASH Jaya itu juga melibatkan mahasiswa.

Pada tahun 2015 lalu, ada dua program PKM dilaksanakan, yakni PKM Telur Asin Aneka Rasa di Gowa dan PKM Jamur Tiram di Parepare. Di tahun 2016 juga dua program PKM yaitu PKM Tas dan Kipas di Gowa serta PKM Abon Aneka Rasa di Parepare.

Selanjutnya di tahun 2017, meningkat menjadi 6 program. Dua Penelitian Dosen Pemula (PDP), dua Penelitian Disertasi Doktor (PDD) dan dua PKM yaitu PKM Putu Cangkir Aneka Warna di Gowa dan PKM Topi Petani di Pangkep. Dan pada tahun 2018 terdapat dua program yang dilaksanakan yakni Penelitian Dosen Pemula (PDP) dan Penelitian Disertasi Doktor (PDD).

Tahun 2019, STIMLASH Jaya tidak mengikuti satupun program karena kebanyakan dosen sedang mengikuti pendidikan lanjutan atau tugas belajar (tubel). Berdasarkan aturan dari SIMLITABMAS, dosen yang sedang mengikuti tubel tidak diperbolehkan mengikuti program penelitian dan pengabdian, kecuali yang terkait dengan tubel, yaitu Penelitian Disertasi Doktor (PDD).

Kini, perguruan tinggi swasta yang dirikan Dr. Sahban Liba pada tahun 2000 itu telah memiliki 5 dosen bergelar Doktor, 20 dosen bergelar Magister dan 5 dosen tengah menempuh pendidikan menuju Doktor. (*/shar)