Sulitnya Memberantas Politik Dinasti dan Korupsi dalam Demokrasi

Sulitnya Memberantas Politik Dinasti dan Korupsi dalam Demokrasi
Hamsina Halik, Anggota Komunitas Revowriter.

Adapun secara praktis, pemberantasan korupsi dalam sistem Islam diantaranya dilakukan melalui beberapa upaya berikut ini;

Pertama, penanaman iman dan takwa, khususnya kepada para pejabat dan pegawai. Aspek ketakwaan menjadi standar dalam pemilihan pejabat. Ketakwaan itu akan mencegah pejabat dan pegawai melakukan kejahatan korupsi.

Kedua, sistem penggajian yang layak. Sehingga tidak ada alasan untuk melakukan korupsi. Ketiga, ketentuan serta batasan yang sederhana dan jelas tentang harta ghulul atau harta yang bukan haknya, serta penerapan pembuktian terbaik. Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa saja yang telah kami angkat untuk satu tugas dan telah kami tetapkan pemberian (gaji) unruk dia, maka apa yang dia ambil setelah itu adalah harta ghulul.” (HR. Abu Dawud)

Hadist ini menggambarkan bahwa harta yang diperoleh oleh aparat, pejabat dan penguasa dari selain pendapatan atau gaji yang telah ditentukan, seperti hadiah, fee, pungutan, suap dan sebagainya, itu merupakan harta ghulul dan hukumnya haram.

Keempat, pemberian sanksi tegas. Yaitu, hukuman yang bisa memberikan efek jera dalam bentuk sanksi ta’zir. Bisa berupa pewartaan atau ekspose, denda, penjara yang lama bahkan bisa sampai hukuman mati sesuai dengan tingkat dan dampak korupsinya, ataupun dengan sanksi penyitaan harta ghulul.

Berita Lainnya

Juga bisa ditambah dengan denda gabungan. Keduanya ini sekarang dikenal dengan istilah pemiskinan terhadap para koruptor. Alhasil pencegahan dan pemberantasan korupsi hanya akan bisa terwujud dalam sistem Islam. Wallahu a’lam. (*)

 

Penulis: Hamsina Halik (Anggota Komunitas Revowriter)

***

 

Lihat Juga:  Nambah Utang, Nambah Derita Panjang

Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.

Berita terkait